Mimbar  

Hindari Masuk dalam Golongan yang Allah Benci

golongan

LAMANRIAU.COM – Adalah sunatullah bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini selalu berpasangan. Pada satu sisi ada orang yang bergelut dengan kemiskinan, tapi sisi lain ada golongan yang hidup dalam kelebihan harta. Ada pula orang-orang yang hidupnya selalu dengan keberkahan dan kasih sayang Allah, namun sisi lain ada orang-orang yang selalu hidup dalam kemurkaan dan Allah benci.

Baca : Kehadiran Dajjal dan Tanda Akhir Zaman

Orang-orang yang hidup dalam kebencian Allah pada dasarnya disebabkan oleh perilaku mereka yang mengundang kemurkaan Allah. Rasulullah SAW menjelaskan, “Empat macam orang yang Allah benci, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang sombong, orang yang sudah tua suka melacur, dan pemimpin yang durhaka.” (HR Nasa’i dari Abu Hurairah).

Hadis tersebut memberikan penjelasan yang gamblang bahwa ada empat perilaku yang dapat menggelincirkan manusia masuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah benci.

Pertama, penjual yang suka bersumpah. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para penjual yang sering bersumpah palsu dengan tujuan untuk melariskan atau meningkatkan keuntungan. Rasulullah telah memperingatkan berkaitan dengan perilaku ini dalam sabdanya, ”Bersumpah untuk melariskan barang dagangannya adalah merusak keberkahan dan keuntungan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, orang miskin yang sombong. Dalam konteks ini maksudnya adalah orang yang miskin secara kehidupan, tetapi ia tidak mau berdoa kepada Allah, tidak berusaha, dan bahkan malah bergaya seperti orang yang kaya serta sombong kepada sesamanya.

Berkaitan dengan sifat sombong, Allah memperingatkan, ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS 17: 37).

Dalam ayat lainnya Allah menegaskan, ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 31: 18).

Ketiga, orang yang sudah tua tetapi suka melacur. Orang yang sudah tua seharusnya mulai berpikir dan menyiapkan diri menjemput kematian. Dan, bukan justru semakin bermaksiat kepada Allah, seperti melakukan perzinahan. Inilah sebab mengapa orang-orang seperti ini Allah benci.

Keempat, pemimpin yang durhaka. Pemimpin yang durhaka dalam konteks ini maksudnya adalah pemimpin yang memanfaatkan wewenang dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Mereka sibuk melakukan praktik ‘dagang sapi’ untuk dapat melanggengkan kekuasaan dan melakukan korupsi secara bersama-sama.

Rakyat yang mereka pimpin hanya jadi objek untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Rakyat hanya jadi simbol untuk melegitimasi perilaku buruk mereka. Akibatnya, kehidupan rakyat jauh dari mencukupi, dan bahkan berada pada bawah garis kemiskinan.

Semoga Allah selalu melindungi kita sehingga tidak terjerumus kepada empat perilaku tadi. Wallahu a’lam. ***

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *