LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Tokoh masyarakat Riau Drs H Rasyidi Hamzah menyayangkan aksi demo terhadap Gubernur Riau Syamsuar yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Penyelamat Uang Negara (Ampun) beberapa hari lalu di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pasalnya, aksi tersebut kurang beradab, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Sebelumnya, aksi yang berlangsung pada Rabu 2 Juni 2021 itu, pendemo sempat berorasi sesaat, namum kemudian dibubarkan oleh polisi karena tak mengantongi izin.
“Kami sangat menyesalkan dengan apa yang dilakukan mahasiswa tersebut karena kurang beretika dengan membentangkan sepanduk bertulis dracula. Ini sangat merusak tatanan adat, moral dan agama,” kata Rasyidi yang juga Sekretaris FKUB Provinsi Riau ini, Jumat 4 Mei 2021.
Sebagai mahasiswa, lanjut Rasyidi, seharusnya punya intelektual yang baik, hendaknya bijaksana dalam berdemo, tidak asal apalagi ada kepentingan politik dibaliknya.
“Sebagai aliansi mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan masyarakat dan daerah harus mengedepankan etika dan dialog. Karena kalian sebagai pewaris bangsa ini, suatu saat mahasiswa akan menjadi pemimpin di negeri ini,” lanjutnya.
Rasyidi berharap di bumi Melayu ini hendaknya mengedepankan nilai-nilai moral dan etika. Mahasiswa jangan mudah dikotori oleh orang-orang yang ingin mencari keuntungan diatas kondisi yang ada.
“Mari kita dialog untuk kepentingan daerah kita. Dan pihak berwajib harus bisa mengusut apa benar demo tersebut murni mahasiswa.atau ada pihak-pihak lain yang memperkeruh suasana,” pungkas Rasyidi. ***






