LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH, S.Ik, M.Si menerima kunjungan pengurus baru Forum Kerukanan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau periode 2021-2024, di Mapolda Jalan Pattimura Pekanbaru, Selasa 6 Juli 2021.
Para pengurus FKUB Riau yang hadir dalam kunjungan ini terdiri dari Ketua KH Abd. Rahman Qaharudin, Wakil Ketua Frans PF.Sirait, Erna Wiliyanti, I Wayan Sutama, dan Purwaji yang juga Ketua Banser Wilayah Riau.
Baca : Rajut Kerukunan Beragama, Pengurus FKUB Riau Kunjungi Tokoh Agama Kristen
Sedangkan pihak Polda Riau yang menerima dan mendampingi Kapolda antara lain Dir. Binmas Kombespol Drs. Kris Pramono, Dir. Intelkam Kombes pol Ari Prasetyo Indrayanto, S.Ik, M.Si dan Kabag Bina Orsnal AKBP Kukuh Yulianto Widodo, S.Pd.
Ketua FKUB Provinsi Riau KH Abd. Rahman Qaharudin mengatakan, kunjungan silaturahmi ini dalam upaya meningkatkan kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Riau, khususnya sesama umat beragama.
“Kami minta masukan kepada Kapolda dan jajaran agar turut membantu terwujudnya keamanan dan kerukunan beragama yang ada di Riau,” kata Abd. Rahman.
Menurutnya, FKUB sebagai mitra pemerintah selalu ikut menggaungkan agar toleransi umat beragama di Riau tetap kondusif.
“Karena berdasarkan indeks kerukunan yang dikeluarkan pemerintah pusat, Riau sangat jauh ketinggalan dari daerah lain. Bahkan mencapai urutan ke 27 dari provinsi yang ada di Indonesia,” sebutnya.
Ketua FKUB Riau juga berharap kepada Kapolda bisa mengoptimalkan jajaran bagi keamanan daerah-daerah yang dianggap rawan konflik.
“Kami juga menyampaikan rencana untuk mewujudkan Rumah Kerukunan dan kerjasama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya umat beragama di Riau,” terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda yang juga Anggota Dewan Penasehat FKUB Riau menyambut baik atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan, FKUB sebagai wadah berkumpulnya umat beragama ini harus menjadi organisasi pemersatu bangsa.
Ada 5 pesan Kapolda Riau kepada para pengurus FKUB yakni, selalu tingkatkan kerukunan umat beragama di mana saja berada. Menjaga agar adanya pendamping terhadap jamaah selalu rukun satu sama lain. Beri penyadaran terhadap umat tentang adanya intoleran dan memberikan pemahaman atas penggunaan media sosial yang baik.
“Mari mengatasi konflik bersama dan bahu membahu, agar kerukunan hidup bersama terpelihara dengan baik di Riau ini,” ujar Kapolda. ***






