Riau  

Sudah Lebih 40 Ribu Kilogram Garam Disemai

garam

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Meminimalisir terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau sudah melakukan program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menaburkan garam.

Baca : BPBD Riau Minta Bantuan Operasi Hujan Buatan ke Pusat

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal menyebutkan, sebanyak 40.700 kg garam sudah disemai pihaknya sejak Januari lalu hingga Agustus dengan 51 kali sortie. Hal ini dilakukan untuk memancing curah hujan pada daerah yang rawan karhutla.

“Dengan upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya hujan buatan di kawasan yang rentan terjadi karhutla,” katanya Jumat 27 Agustus 2021.

Edy merincikan kawasan rawan itu antara lain adalah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai.

Menurutnya, program TMC dilakukan dengan menabur garam pada potensi awan yang mengandung air dan menurunkan hujan. Untuk melakukan hal itu, pihaknya dibantu oleh BMKG dalam memonitor posisi awan hujan dan potensi hujan yang akan muncul.

Edy menambahkan, hingga saat ini Pemprov sudah tiga kali mendapatkan kontrak program TMC dan bantuan pesawat serta personel pendukung program tersebut dari pemerintah pusat.

Alhamdulillah pengajuan perpanjangan kontrak untuk ketiga kalinya sudah disetujui, dan pesawat TMC sudah datang pekan lalu. Juga sudah melakukan TMC sebanyak 8 sortie dengan pemakaian bahan baku sebanyak 6.400 Kg garam,” pungkasnya. (rri)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *