LAMANRIAU.COM,JAKARTA — Banjir di Kalimantan meluas, saat ini banjir tidak hanya melanda Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, tetapi juga melanda Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Hingga hari ini, Selasa 16 November 2021, Banjir di Palangkaraya masih menggenangi wilayah tersebut, menyebabkan sekitar 10 ribu jiwa lebih warga mengungsi dan 17 kelurahan terendam banjir. Sementara bajir di Kabupaten Sintang telah berlangsung 4 pekan, hampir 90 ribu warga terpaksa mengungsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan pantauan BPB banjir masih merendam 12 kecamatan di Kabupaten Sintang. Banjir yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Diketahui, wilayah Kabupaten Sintang berada di pertemuan dua sungai besar itu, atau biasanya disebut ‘sakatiga’.
Situasi banjir yang merendam beberapa kecamatan ini masih menyebabkan sebagian warga mengungsi ke pos pengungsian. Muhari menerangkan sebagian besar desa yang terdampak berada di bantaran sungai Kapuas dan Sungai Melawi.
“Salah satu penyebabnya karena berkurangnya tempat penyerapan air saat debit hujan tinggi, karena sebagian lahan sudah berubah menjadi tambang dan perkebunan sawit,” kata Muhari seperti dikutip dari Republika, Ahad 14 November 2021
Menurut Muhari, restorasi ekosistem dan restorasi lingkungan mutlak dilakukan oleh pemerintah dalam program jangka panjang , agar banjir dalam jangka waktu yang panjang tidak kembali terjadi. Untuk saat ini.
Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada Kompas TV Senin 15 November 2021 kemarin, menduga banjir akibat luapan Sungai Kapuas tersebut akibat pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam masa lalu, salah satunya pemberian konsesi berlebih kepada perkebunan kepala sawit.
“Kita akui atau tidak, itu adalah kesalahan menajemen dari pemanfaatan hutan masa lalu, seperti pemberian konsesi hutan tanaman industri yang berlebih dan tidak terkontrol,” kata Sutarmidji.
“Kayunya ditebang, dia tidak tanam kembali, itu salah satunya. Ini, kan, manajemen masa lalu,” ujarnya.(net/ jm)






