LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Meskipun target realisasi investasi Provinsi Riau telah mencapai 50 persen lebih di triwulan pertama tahun 2022, ternyata belum membuat Gubernur Riau berpuas diri dan terus mencari calon investor yang mau menanamkan modalnya ke Bumi Melayu Lancang Kuning.
Gubernur Riau H Syamsuar, Rabu 5 April 2020, mengunjungi Kementerian Luar Negeri dan bertemu langsung dengan Direktur Jenderal Amerika – Eropa, I Gede Ngurah Swajaya.
Disambut pada ruang kerjanya, Dirjen mendengar langsung dari H Syamsuar berbagai potensi yang ada di Provinsi Riau, mulai dari potensi alam seperti kelapa, sagu, madu hingga potensi pariwisata yang menarik.
Hubungan hangat antara Gubri dan Dirjen Kemenlu Amerika Eropa sebenarnya sudah terjalin lama, saat Ia mengikuti program kepemimpinan di Singapura beberapa tahun silam. Saat itu Ngurah Swajaya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura.
H Syamsuar melanjutkan, Provinsi Riau saat ini menjadi jantungnya Sumatera dengan kondisi kondusif, berbagai kemudahan turut ditawarkan dan menjadikan Provinsi Riau masuk dalam 4 besar tujuan investasi terbesar di Indonesia.
Untuk diketahui tahun 2021, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Provinsi Riau mencapai Rp 53,05 triliun, dan telah menyerap sebanyak 61.195 tenaga kerja.
Hal ini pun membawa Provinsi Riau menerima penghargaan capaian realisasi investasi terbesar di 2021 di Gedung Kementerian Investasi/BKPM, dan diberikan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia.
Ada tujuh provinsi yang diganjar penghargaan bergengsi itu. Secara berurut sesuai peringkat dan besaran investasi, yakni Jawa Barat (Rp1036,13 triliun), DKI Jakarta (Rp103,33 triliun), Jawa Timur (Rp79,55 triliun), Banten (Rp57,96 triliun), Riau (Rp53,05 triliun), Jawa Tengah (Rp52,71 triliun) dan Maluku Utara (Rp43,84 triliun). ***






