Warga Teluk Makmur Dumai Hidupkan Lagi Belo Kampong, Apa Itu?

Masyarakat Teluk Makmur Dumai hidupkan lagi tradisi Belo Kampong (net)

LAMANRIAU.COM, DUMAI – Lama tidak terdengar tradisi Belo Kampong atau Beratib Kampung. Tiga puluh tahun lebih tradisi itu tidak diadakan.

Bersempena Tahun Baru Islam 1444 Hijriah, Jumat, 29 Juli 2022, masyarakat Kelurahan Teluk Makmur dan Mundam kembali menggalakan tradisi yang sudah tenggelam. Acara itu terselenggara bersama Pemerintah Kota Dumai

Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS menyambut baik munculnya lagi tradisi itu. Dia membuka secara resmi kegiatan tradisi tersebut.

Menurut Paisal, tradisi Beratib Kampong harus dilestarikan. Kegiatan adalah bentuk penghargaan kepada para pendahulu pendiri kampong.

“Yang kita lakukan sesuai ungkapan pepatah bijak, Mengangkat Batang Terendam. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengangkat, melestarikan tradisi dan kebudayaan ini, khususnya untuk generasi muda yang kelak mewarisi helat ini di masa mendatang,” ungkapnya.

H. Paisal berharap, tradisi ini terus dilaksanakan tiap tahunnya. Tradisi ini bisa menjauhkan bala dan musibah di Kota Dumai. Beratib Kampong ini bisa juga menjadi salah satu ikon wisata Dumai.

“Saya optimis jika dikemas dengan lebih baik, Beratib Kampong ini dapat menjadi daya tarik pariwisata tersendiri bagi Kelurahan Mundam dan Teluk Makmur,” tuturnya.

Ketua DPH Lembaga Adat Melayu (LAM) Kawasan Medang Kampai, Datuk Usman M mengungkapkan, tradisi Beratib Kampong dulunya dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam. Mereka lakukan dengan cara meratib atau berzikir sepanjang jalan secara bersama – sama.

“Tujuan pelaksanaan tradisi ini untuk mengusir segala musibah dan bala yang datang mengganggu penduduk, baik berupa penyakit maupun gangguan makhluk halus,” sebutnya.

Beratib Kampong  dilakukan dengan cara berarak sepanjang jalan. Mereka mengumandangkan “La Illa ha Illallah”.

Menariknya, saat rombongan berjumpa jembatan atau parit, mereka mengumandangkan azan dan membaca do’a selamat dan do’a tolak bala yang dipandu oleh seorang imam.

Redaktur: Denni Risman