Umum  

Pertamina Belum Berlakukan QR Kode MyPertamina di Riau, Tapi Ini Syaratnya

Sampai saat ini Pertamina belum memberlakukan pembelian BBM subsidi memakai aplikasi MyPertamina (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Sampai saat ini para pemilik kenderaan masih bebas membeli BBM subsidi jenis solar tanpa menggunakan QR code MyPertamina.

Namun begitu, petugas SPBU bakal mencatat nomor polisi kenderaan yang membeli solar tersebut.

Selain itu petugas juga bakal membatasi pembelian BBM subsidi jenis Biosolar di Provinsi Riau untuk 1 mobil maksimal 40 liter per hari.

Hal itu dikarakan Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara, Agustiawan.

“Jadi memang kita berikan kebebasan untuk saat ini, bagi yang sudah terdaftar bisa pake QR code, dan yang belum terdaftar masih bisa pakai input nokor polisi (nopol) kendaraan,” kata Agustiawan.

Disebutkan, sampai saat ini Pertamina masih terus melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi MyPertamina dalam pembelian BBM subsidi.

Agustiawan belum bisa memastikan kapan mulai penerapan pembelian lewat aplikasi itu.

“Sampai nanti ada arahan lebih lanjut dari pusat terkait kapan mulai diberlakukannya QR code,” ungkapnya.

Namun, bagi pemilik kenderaan yang sudah mempunyai MyPertamina, bisa menunjukan QR code ke petugas.

Sedangkan bagi pengendara yang tidak menggunakan QR Code, masih bisa menggunakan sistem pembayaran reguler seperti biasa. Namun nopol kendaraannya akan dicatat oleh petugas.

“Pencatatan nopol tersebut wajib, agar tercatat pengendara yang mengisi BBM. Nantinya akan terdeteksi apakah kendaraan tersebut sudah pernah mengisi di SPBU lain sebelumnya di hari yang sama,” ujarnya.

Ketika pencatatan nopol yang tersistem secara digital, maka akan terlacak berapa total pengisian BBM bersubsidi kendaraan tersebut per hari.

“Dengan demikian tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan untuk mengisi BBM bersubsidi, karena sudah tercatatat otomatis di data yang sudah terintegrasi,” tuturnya.

Redaktur: Denni Risman