Cadangan Beras Nasional 3-4 Bulan, Stok Pangan Surplus

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Ada kekawatiran bahwa krisis pangan yang melanda Eropa saat ini akan merambat ke belahan dunia lainnya. Tak terkecuali Indonesia. Krisis pangan yang berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok dan inflasi yang tak terkendali tersebut dikawatirkan juga bakal mempengaruhi pada kondisi pangan nasional.

Menyikapi hal itu Badan Pangan Nasional mengungkapkan bahwa Stok Komoditas beberapa bulan ke depan masih cukup kuat. Stok Pangan Indonesia seperti ayam, telur, jagung, dan minyak goreng malah mengalami surplus.

Sementara beras yang merupakan cadangan pangan yang dipegang pemerintah saat ini ada sekitar 800 ribu ton yang akan diusahakan mencapai 1,2 juta ton.
Cadangan beras nasional diperkirakan cukup untuk 3-4 bulan ke depan.

Dalam sebuah dialog, Deputi Bidang Ketersedian dan Stabilitasi Pangan National Agency/NFA  Badan Ketahan Pangan Nasional I Ketut Astawa Minggu 2 Oktober 2022, di MNC Trijaya, mengungkapkan secara prinsip Indonesia dalam posisi surplus, meskipun masih ada beberapa hal  ketergantungan dengan impor.

Saat ini import terbesar untuk bahan pangan Indonesia adalah kedelai hampir 80%,  begitu juga dengan daging dan gula. Hal tersebut menjadi target NFA untuk ke depannya dalam menggenjot produksi di dalam negeri. Berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut saat masih  surplus.

Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi.

“Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya,” jelasnya.

Ketut menuturkan,  saat ini NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.

“Kami sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan pemerintah sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya seperti, jagung, dan kedelai,” tambahnya.***

Editor: Zumfilmani/Penulis: Zulfilmani/ Sumber:Cnbcindonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *