LAMANRIAU.COM – Gerakan Pemuda Marhaenis mempertanyakan pernyataan Panji Gumilang yang mendeklarasikan dirinya sebagai penganut mazhab Bung Karno. Pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu itu menyampaikannya saat memberikan tausiyah Shalat Jumat, Pada 28 Juni 2023.
Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis Bidang Ideologi dan Politik Janu Wijayanto, mengaku heran dengan pernyataan Panji tersebut. “Apa yang dimaksud dia dengan mazhab Bung Karno?” ucapnya Pada Sabtu 1 Juli 2023.
Menurut dia, pemikiran Presiden RI pertama itu berisi konsep, ajaran, dan teori perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. “Juga bagaimana menjadikan rakyat Indonesia merdeka, berdaulat, bahagia, adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” ujar Janu.
Ditambahkannya bahwa kalaupun mau dikatakan mazhab, pemikiran Bung Karno itu bukan untuk beragama tetapi untuk bernegara. “Ini kalau kita menyebut mazhab sebagai aliran pemikiran dalam teori sosial,” tambah Janu.
Lebih jauh dikatakannya bahwa kajian Bung Karno tentang Islam bersifat ilmiah dalam konteks tafsir sosial kontemporer. Misalnya seperti yang dituliskannya melalui artikel berjudul ‘Memudakan Pemikiran Islam’ dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi.
Demikian juga pada artikel berjudul ‘Warisi Api Islamnya Bukan Abunya’ pada buku yang sama. “Intinya bagaimana mengambil pemikiran Islam untuk melawan ketidakadilan sistem kolonialisme dan imperialisme saat itu,” katanya.
Karena itu, Janu meminta Panji Gumilang mengklarifikasi istilah mazhab Bung Karno yang disampaikannya. “Jangan hanya mengambil sebagian dari satu pemikiran utuh seorang Soekarno,” ucapnya.
Janu mengatakan jangan sampai pernyataan Panji hanya untuk menjustifikasi suatu tindakan atau kepentingan tersembunyi. “Apalagi jika hal itu berpotensi merusak persatuan nasional di kalangan umat beragama,” pungkasnya.
Editor:Fahrul Rozi/Penulis:M.Amrin Hakim






