LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengumumkan keberhasilan penangkapan seekor harimau Sumatra yang diduga terlibat dalam insiden penyerangan terhadap seorang pekerja kebun akasia di Pelalawan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim segera memasang kamera jebak di lokasi kejadian untuk memantau aktivitas satwa.
“Kami mendeteksi keberadaan satu ekor harimau yang sering muncul di area tersebut, sehingga diputuskan memasang perangkap boks,” ucapnya, Rabu 13 Agustus 2025.
Pada sore hari 11 Agustus, harimau itu berhasil masuk ke dalam perangkap. Tim kemudian mengambil sampel darah, feses, dan air liur untuk diperiksa di laboratorium.
“Pengujian akan memastikan apakah terdapat DNA manusia pada sampel tersebut,” tambah Supartono.
Untuk sementara, harimau tersebut ditempatkan di Pusat Penyelamatan Harimau Dharmasraya sambil menunggu hasil pemeriksaan. BBKSDA Riau menegaskan, langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi populasi satwa langka itu.
Sebelumnya, pada 1 Agustus 2025, seorang pekerja kebun akasia bernama Abdul Susanto (40) dari PT Theo Charles Ertilizer diserang harimau saat menyemprot gulma bersama dua rekannya. Abdul, yang berada sekitar 10 meter dari rekan-rekannya, tiba-tiba berteriak dan terlihat bergumul dengan hewan buas tersebut. Harimau berhasil diusir, namun korban menderita luka robek di kepala, pelipis, leher, serta patah tulang pada lengan kanan bagian atas.***
Editor: Fahrul Rozi/Penulis: M. Amrin Hakim






