LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Gedung utama Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru saat ini sedang menjalani tahap pembongkaran yang hampir selesai. Proses pembongkaran ini dilakukan oleh para pekerja yang menggunakan alat berat.
Seluruh akses di sekitar gedung telah ditutupi dengan seng untuk mencegah para pengunjung agar tidak melintasi area gedung utama. Meskipun gedung utama sedang dalam proses pembongkaran, pelayanan di sisi kanan dan sisi kiri gedung tetap beroperasi seperti biasa.
Dua alat berat sedang aktif meratakan sisa-sisa puing yang tersisa akibat kebakaran di gedung. Progres pembongkaran hampir mencapai 100 persen, sehingga gedung ini hampir sepenuhnya diratakan dengan tanah.
Seorang pengunjung Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, menyatakan rasa senangnya dan berpendapat bahwa gedung lama ini seharusnya dibongkar sejak lama. “Saya sebagai pengunjung turut merasa senang melihat gedung ini akhirnya dibongkar, karena memang sudah seharusnya diperbaiki,” ungkapnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa posisi gedung yang terletak di tengah kota telah mengganggu penglihatan para pengunjung yang datang untuk mengurus berkas-berkasnya di sisi kanan dan kiri gedung.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar pembangunan gedung ini dapat segera diselesaikan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan tidak terganggu ketika mereka datang ke gedung tersebut untuk mengurus berkas mereka.
“Harapannya adalah semoga proses pembongkaran berjalan cepat dan pembangunan gedung ini selesai dengan segera. Dengan begitu, semuanya bisa kembali normal. Karena situasi saat ini juga mengganggu para pengunjung,” ungkapnya.
Pembongkaran gedung ini dilakukan setelah proses penghapusan aset oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru.
Muflihun, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, menyatakan bahwa saat ini pemerintah kota belum dapat memutuskan rencana pembangunan lanjutan untuk bekas reruntuhan gedung tersebut.
“Iya, pemenang tender telah memulai proses penghancuran MPP, namun pada hari ini kami belum dapat menentukan apakah akan dibangun alun-alun atau gedung baru di tempat tersebut,” ungkapnya.
Muflihun menjelaskan bahwa pemerintah kota memiliki rencana untuk mengadakan diskusi publik. Mereka berencana mengundang berbagai pihak, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, dan ulama, untuk berpartisipasi dalam diskusi tersebut.
“Kami akan berdiskusi untuk menentukan arah yang tepat untuk lokasi ini. Jika keputusan adalah membangun MPP yang baru, kami akan melakukannya. Namun, tentu saja, ini akan memerlukan waktu dan sumber daya yang lebih besar,” tambahnya.***
Editor: Fahrul Rozi/Penulis: M.Amrin Hakim






