LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Menurut data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, terdapat 7.169 orang penderita tuberkulosis (TB) di Provinsi Riau yang belum dilaporkan ke dalam Sistem Informasi Terpadu (SIT).
“Masih sangat banyak angka masyarakat Riau penderita penyakit menular itu yang belum terdaftar di SIT,” katanya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Selasa (19/5/2020).
Diterangkan Mimi, sebanyak 7.169 orang tersebut terdistribusi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau dengan rincian sebagai berikut, Kota Pekanbaru pasien di RSUD Arifin Achmad sebanyak 393 orang dan di 26 Rumah Sakit swasta Pekanbaru sebanyak 2.031 orang.
Lanjutnya, Kuantan Singingi (Kuansing) di RSUD Teluk Kuantan 419 orang, Indragiri Hulu (Inhu) di RSUD Indrasari Rengat 170 orang, Indragiri Hilir (Inhil) di RSUD Puri Husada 450 orang.
Sedangkan Bengkalis di RSUD Mandau 982 orang dan RSUD Bengkalis 1.803 orang. Sementara itu, di Kampar RSUD Bangkinang 498 orang serta Kepulauan Meranti di RSUD Meranti 423.
“Kebanyakan mereka yang belum dilaporkan kedalam SIT memiliki beberapa alasan, salah satunya terlalu lama mengkonsumsi obat namun tidak kunjung sembuh. Sehingga memilih putus obat sehingga tidak terlapor kedalam SIT,” bebernya.
Dikatakan Mimi, data Januari hingga September 2019, Provinsi Riau mempunyai angka target deteksi kasus TB sebesar 70 persen. Namun, baru 38 persen masyarakat yang masuk dalam laporan SIT.
“Jika 7.169 orang mengikuti anjuran dokter dan tidak putus obat sehingga masuk dilaporan SIT, maka angka target Riau bisa meningkat lagi,” pungkasnya. (MCR)






