Pengurus DPD dan DPC LLMB Inhu Resmi Dilantik

LAMANRIAU.COM, RENGAT – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi dikukuhkan, Minggu 13 Februari 2022.

Pengurus DPD dan DPC LLMB Inhu ini dilantik oleh Ketua DPP LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Panglima Besar Dt Ismail Amir, SH, MH yang dilaksanakan di Lapangan Simpang 4 Belilas, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, ditandai dengan penyerahan bendera kebesaran LLMB serta pemasangan pin kepada Panglima Muda LLMB Kabupaten Inhu.

Pengurus yang dilantik, tampil sebagai Ketua DPD LLMB Inhu Dt Jon Hepni, S.IP dan pengurus DPD lainnya serta seluruh Ketua DPC yang ada di 14 kecamatan se-Inhu. Pelantikan turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Inhu Drs H Junaidi Rahmat M.Si,  Asisten I Setdakab Inhu H Sahruddin, dari Kesbangpol, anggota DPRD Inhu, perwakilan dari Polres Inhu, perwakilan dari Kodim 0302 Inhu, serta undangan lainnya.  

Acara pelantikan, selain dihadiri langsung Ketua DPP LLMB Riau Kepri dan Sumut, Panglima Besar Dt Ismail Amir, SH, MH, juga ikut dihadiri oleh ketua dan pengurus DPD LLMB sejumlah kabupaten se- Riau, diantaranya, Panglima Rohul, Siak, Tuah Sakti Kandis, Tapung Raya, Bengkalis, dan Pelalawan. 

Panglima Muda LLMB Kabupaten Inhu Dt Jon Hepni dalam sambutannya usai pelantikan mengatakan, selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Dan ucapan terimakasih kepada Panglima Besar LLMB Riau, Kepri dan Sumut.

“Terimaksih juga kepada Wabup Inhu yang telah hadir serta memberi support atas terlaksananya pelantikan ini,” sebutnya.

Ia mengatakan dengan dilantik dirinya sebagai Panglima Muda DPD LLMB Kabupaten Inhu periode 2021-2026, hendaknya bisa membawa kejayaan dan menjadi tuan di negeri sendiri, khususnya di Kabupaten Inhu.

“Dilantiknya pengurus DPD dan DPC LLMB menjadi tolak ukur kebangkitan untuk memajukan anak-anak Melayu dan anak-anak yang lahir di kabupaten Inhu,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Ketua Forum Kades se-Kabupten Inhu ini menyampaikan tekad, jika LLMB menjadi besar, Panglima Muda bersama Panglima Bungsu akan mendirikan rumah yatim LLMB bagi seluruh masyarakat kabupaten Inhu.

“LLMB tidak mengedepankan premanisme, tapi menjadikan Inhu bersatu dalam persatuan untuk Inhu cemerlang. Dan hari ini kita tunjukkan dengan memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim dan kaum duafa”, katanya mengakhiri sambutan.

Sementara, Ketua DPP LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Panglima Besar Dt, Ismail Amir, SH, MH mengatakan, Melayu saatnya bangkit, Melayu harus sejahtera.

“Bagaimana kesempatan kerja dan mengurus peluang usaha untuk anak negeri ini, agar anak negeri tidak terus ketinggalan. Tentunya dalam hal ini kita harus saling bahu-membahu. Sesuai dengan semboyan, dicubit satu sakit semua. Tergores satu luka semua,” kata Ismail. 

Tujuan LLMB, kata Ismail Amir, adalah memperbaiki yang rusak, mempertahankan yang sudah ada, dan mencari yang belum ada. 

“LLMB tidak memelayukan orang Melayu, tapi mengajak kawan-kawan pendatang marilah masuk LLMB, Melayu adalah tuan negeri yang bijaksana. Sesuai pepatah Melayu, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, LLMB harus mampu menjadi tuan dinegeri sendiri, jangan jadi penonton. Dan salah satu fokusnya adalah soal tenaga kerja, dan berharap putera daerah lebih diperhatikan oleh dunia usaha.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu Drs H Junaidi Rahmat, M.S.i dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada Panglima Muda dan Panglima Bungsu beserta jajaran pengurus DPD dan DPC LLMB Inhu yang baru saja dilantik

Tentunya, menjadi modal besar bagi LLMB Inhu untuk berpartisipasi ikut menyatukan masyarakat Melayu dan berbagai etnis serta suku yang ada di Inhu, ujarnya membacakan sambutan Buapti Inhu.

Pemda Inhu, katanya, akan dapat mewujudkan visi-misi nya apabila mendapatkan partisipasi yang baik dari masyarakat. “Nah, partisipasi yang baik yang terukur dan terarah, akan lebih baik tersalurkan melalui lembaga LLMB,” sebutnya.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, LLMB sebagai wadah organisasi bagi anggota dan masyarakat dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera, dinamis dan agamis, serta memegang teguh adat istiadat.

“Mari bersama kita tanamkan sejak dini pengetahuan masyarakat Melayu agar tetap berjati diri kemelayuan dan bermanfaat dalam mengangkat tuah, marwah, harkat dan martabat Melayu, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (Asrul Hadi)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *