‘Ngah Putin’ vs Khilafah Dolar

Pemilih

Lemak sungguh gulai patin
duaribu duaempat pemilihan presiden
pahlawan pandemi vladimir putin
pembuka borok ketakberdayaan intelijen

Dahulu bersatu sekarang berpisah
renung penyebab terlupa sedekah
khilafah dolar berakhir sudah
dinar dirham pengganti barokah

Bersatu hati seiya sekata
sebagai pertanda sikap mulia
operasi khusus membuka mata
makar barat penghancur dunia

SALAM aqal cerdas.

Selamat dan sukses buat pembaca budiman yang arif nan bijak. Apa khabar hari ini? Semoga semuanya senantiasa dikaruniai kebahagian, keselamatan beserta kesehatan dari Allah Swt. Amin.

Jengah Jenguk Cendekia (J2C) hari ini bertujuan mengulas-ringkas berkaitan “Ngah Putin vs Khilafah Dolar”.

Seperti biasa, sama seperti sebelumnya, J2C tak lelah mengingatkan untuk mengasah-tajamkan ‘indra kecerdasan bawah sadar’ teristimewa kepada anak-anak negeri ini. Menurut hemat J2C, keadaan aktual-kekinian amat penting untuk terus mengaktifkan ‘indra kecerdasan bawah dasar’. Minimal hari ini ketika mengulas-hikmah tajuk, “Ngah Putin vs Khilafah Dolar”. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

Konflik bekas negara-negeri satu keluarga antara Rusia dengan Ukraina membawa berkah-hikmah pun sekaligus bala-bencana. Istilah konflik pun tergantung siapa (personal atau kelompok) yang memaknai. Dapat berubah makna menjadi amelioratif (meluas) atau peyorotif (menyempit). Bagi yang memaknai meluas tentu saja mengacu kepada istilah perang Rusia-Ukraina. Invansi Rusia ke Ukraina. Yang lebih intens lagi perang antara Rusia dengan kolaborasi AS dan sekutunya (Uni Eropa dan lainnya) melalui NATO, bukan not action talk only. Dapat dimaknai perang yang Ukraina hanyalah proxy.

Sementara makna menyempitnya adalah Operasi Khusus Rusia ke Ukraina seperti, bukan klaim melainkan versi Rusia (pihak yang melakukan operasi). Jika ada pendapat lain di antara menyempit-meluas, silakan. Pandangan J2C untuk sementara sepakat dengan ‘Ngah Putin’. ‘Operasi Khusus’. Sama seperti AS dan kawan-kawannya di Irak, Libya dan Afghanistan.

Sebagai penjelasan menggunakan istilah ‘Ngah’ untuk menyebut nama Vladimir Putin Presiden Rusia sebagai representasi saudara kedua. Perumpamaan dalam keluarga memilik tiga saudara beradik yang kebetulan lelaki semua. Abang paling besar dipanggil Lung (Sulung). Yang pertengahan tentu saja Abang Tengah (Ongah, Ngah) dan adik bungsu dipanggil Usu. Begitulah penjelasan ringkasnya.

Ngah Putin layak disandingkan sebagai saudara Tengah (Abang Ongah atau Ngah) yang sedang membela adiknya yang terhimpit puluhan tahun dari hegemoni dan dominasi mata uang dolar AS pencipta sengsara. Utang dengan ‘sistem riba’ (bunga-berbunga yang dicipta barat beserta kroninya), di sinilah letak titik kulminasi pembelaannya.

Hari ini operasi khusus ‘Ngah Putin’ memberikan hikmah yang perlu diulas-kilas. Paling tidak terdapat beberapa hikmah yang menjadi hujahnya.

Pertama, respon pernyataan George Soros pengusaha sekaligus ‘pedagang spekulan mata uang’ terkait Ngah Putin yang sangat negatif, terkesan ancaman pun doa tak baik. Ini menunjukan begitu khawatirnya kelompok tertentu jika dolar yang tanpa jaminan (underline), tidak lagi menjadi mata uang acuan dunia. Dolar yang bahan dasarnya terbuat dari kertas sama seperti mata uang lainnya. Hegemoni, dominasi dan ‘ancaman negeri super power’ dengan seperangkat sistem dan organsasi dunia yang dibangunlah yang membuat dolar as ‘seolah-olah kuat pun digjaya. ‘Ngah Putin’ mulai menyadari. Inilah yang membuat keresahan mereka. Siapa mereka, sudah banyak literasi yang membahas-ulasnya. Silakan ditelusur.

Kedua, disebalik kejatuhan kekuasaan Sadam Husein di Irak, dan Muammar Ghadafi di Libya mata dunia sedikit terkecoh tersebab karakter otoritarian semata. Jarang terekspose jika kedua pemimpin populer dunia tersebut telah ‘mengancam eksistensi khilafah dolar AS’. Belajar dari sini, Ongah Putin mengingatkan agar jangan menjadi bangsa yang ‘pelupa-pikun’. Telusuri secara cermat dan kritis ihwal sejarah penyerangan Amerika Serikat dan kroninya ke Irak maupun Libya. Anak bangsa dan dunia jangan sampai melupakannya.

Ketiga, upaya Ngah Putin menjadikan Rubel (mata uang Federasi Rusia) dengan jaminan (underline) emas. Upaya ini akan sangat berdampak pada eksistensi ‘khilafah dolar’ berubah ke Rubel Rusia. Esensi perubahannya, bukan persoalan dolar atau rubel, melainkan tata niaga uang yang adil untuk mendapat keberkahan pun keadilan.

Pendirian organisasi besar dunia seperti PBB beserta berbagai organisasi yang terafiliasi di bidang keuangan, pertahanan-keamanan yang selalu diklaim (seolah-olah) untuk perdamaian dunia, tidak membuat warga dunia ternina-bobokan. Pernahkah terpikirkan oleh kebanyakan warga dunia jika pendiriannya ternyata hanya untuk mendukung eksistensi dolar menjadi khilafah (sistem) mata uang dunia. Misalnya, ada atau tidak yang berpikir (boleh juga menduga), jika salah satu tugas utama lembaga kecerdasan AS (CIA) adalah melindungi (memproteksi) keberadaan dolar AS.

Belajar dari operasi khusus Rusia memperlihatkan jika disebaliknya ada misi besar dunia yang sedang diemban ‘Ngah Putin’. Selain untuk meruntuhkan hegemoni dan dominasi barat (AS, Uni Eropa dan yang terafiliasi denganya), tak kalah pentingnya adalah upaya ‘Nagah Putin melawan (vs) Khilafah Dolar. Kata (konsep) khilafah digunakan sebagai ejawantahan sebuah sistem yang telah menggelobal dan terproteksi oleh kekuatan hegemoni dan dominasi AS. Apa itu? Dolar AS yang tanpa jaminan (underline).

Sebagai khalam penutup menjadi penting direnung-pikirkan. Logisnya, kekuatan ekonomi sebuah negara tergantung dari sumber daya alam potensialnya. Agak lucu, aneh bin ajaib jika cadangan devisa sebuah negara adalah dolar (kertas), bukan sumber daya alam strategis-potensilanya. Yang tidak hanya emas, uranium, plutonium dan atau lainya.

Akhirnya, seperti kata mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad “lihatlah ke Timur. Seperti matahari terbit dari Timur”. Pertanyaannya: “Apakah Rusia adalah Timur?”

Wallahu a’lam bishawab. ***

Baca: Kaum Pelangi’?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.