Dinilai Gagal Memimpin, Indra Hariyono Desak Ketua KNPI Kepulauan Meranti Mundur

LAMANRIAU.COM, SELATPANJANG – Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia  (DPD KNPI) Indra Hariyono, SST mendesak ketua DPD KNPI Kepulauan Meranti segera mundur dari jabatannya. Pergerakan KNPI dinilai vakum, terlihat dari sudah habis masa berlaku beberapa Pengurus Kecamatan KNPI di daerah tersebut.

“Kita sangat menyayangkan hal tersebut, masa pengurus PK habis jabatan, tapi tidak segera dilaksanakan musyawarah di kecamatan, nampak tidak seriusnya DPD KNPI Kepulau Meranti dalam mengelola organisasi,” tutur Indra.

Selanjutnya, bahwa roda organisasi di tingkat kabupaten itu sudah tidak begerak, dan beredar isu bahwa di tubuh KNPI itu sendiri sudah terpecah belah, Indra tidak menampik hal tersebut.

“Benar, sudah hampir setahun lebih kita vakum dan tidak terlihat geliat kegiatan sama sekali, apalagi sekjen DPD KNPI tidak pernah terlihat lagi berkegiatan, ” bebernya.

“Saya menilai bahwa Ketua DPD KNPI telah gagal dalam memimpin, ya lihat saja berapa banyak kemelut di negeri ini, KNPI sendiri tidak mampu mengambil peran, mulai dari pemberhentian honorer secara massal, pemotongan gaji honorer sampai kepada kebijakan Demosi pejabat oleh Bupati,” tutur Indra.

Dirinya juga mengungkapkan kekecewaan atas sikap bungkam Ketua DPD KNPI Kepulauan Meranti tersebut terhadap polemik yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Saya kecewa dengan Bung Rudi Tanjung, seharusnya sebagai Ketua Pemuda di daerah ini, beliau lantang menyuarakan kritik terhadap Pemda, KNPI itu wadah pemuda untuk mengawal jalannya pemerintahan, bukan malah jadi pemuda yang diam dan terkesan menutup mata atas permasalahan yang telah terjadi di negeri sendiri. Kalau sudah tidak mampu lagi menjalankan roda organisasi sebaiknya Bung Rudi Tanjung mundur saja dari posisi Ketua,” katanya.

Pasa tempat terpisah, melalui media seluler Sekretaris DPD KNPI Wan Firmansyah, M.I.Kom tidak menampik isu yang beredar.

“Iya, saya sudah lama tidak ada berkomunikasi dengan ketua, ada sedikit perbedaan persepsi yang belum duduk sampai saat ini, ditanya persepsi itu apa, saya tidak bisa menjelaskan, ini masalah prinsip tidak bisa ditawar-tawar, hidup itu harus memegang prinsip, ” pungkas Wan. ***

Editor: Fahrul Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *