Pemkab Kuansing Sudah Siapkan Pemondokan yang Layak Bagi Seluruh Kafilah MTQ Riau

LAMANRIAU.COM, TELUKKUANTAN – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 tahun 2026 yang akan digelar pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mematangkan persiapan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan pemondokan bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Riau pada ajang keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut.

Pemkab Kuansing memastikan seluruh kafilah yang akan tiba di Kuansing pada tanggal 25-26 Juni 2026, telah mendapatkan lokasi pemondokan yang telah dipetakan dan dikoordinasikan oleh panitia. Penempatan peserta dilakukan secara terstruktur melalui Liaison Officer (LO) yang ditugaskan mendampingi masing-masing kabupaten/kota peserta.

“Pemondokan kafilah kabupaten/kota sudah mendapat tempat sebagai lokasi tinggal selama pelaksanaan MTQ. Seluruhnya dikoordinir oleh LO yang ditugaskan untuk mendampingi masing-masing daerah sehingga pelayanan dan kebutuhan peserta dapat terpantau dengan baik,” ujar Kabag Kesra Setdakab Kuansing, Izmayudi Hendri ST, kepada Lamanriau.com, Selasa, 16 Juni 2026.

Konsep pemondokan yang diterapkan, kata Hendri, tidak hanya mengandalkan hotel dan penginapan saja, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui penyediaan rumah tinggal dan home stay yang telah disiapkan panitia. Sebagian besar kafilah akan menempati rumah-rumah warga dan home stay yang tersebar di wilayah Kota Telukkuantan dan sekitarnya. Sementara itu, hotel dan penginapan diprioritaskan untuk tamu VIP, unsur Forkopimda, dewan hakim, tim teknologi informasi serta panitera yang bertugas selama pelaksanaan MTQ.

“Rumah warga dan home stay menjadi pilihan utama untuk penempatan kafilah. Sedangkan hotel dan penginapan sebagian besar diperuntukkan bagi tamu-tamu VIP, Forkopimda, dewan hakim, tim IT dan panitera,” jelasnya.

Pemetaan lokasi pemondokan, lanjut Hendri, dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan akses menuju arena kegiatan. Mayoritas titik pemondokan berada dalam kawasan Kota Telukkuantan, sehingga mobilitas peserta menuju venue utama dapat berlangsung lebih efektif.

“Rata-rata lokasi pemondokan masih dalam jangkauan dan berada di dalam Kota Telukkuantan. Termasuk ada juga yang di Jake. Ini tentu memudahkan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ,” katanya.

Selain memastikan ketersediaan tempat tinggal, panitia juga menetapkan standar fasilitas yang harus dipenuhi oleh setiap lokasi pemondokan. Fasilitas tersebut meliputi ruang tidur yang memadai, kamar mandi yang layak, ketersediaan air bersih, listrik, serta sarana pendingin ruangan berupa AC maupun kipas angin.

“Yang terpenting adalah peserta dapat tinggal dengan nyaman selama berada di daerah kita. Karena itu, setiap lokasi pemondokan harus memiliki fasilitas dasar yang memadai, termasuk air bersih dan penerangan yang cukup,” tuturnya.

Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan pemondokan ini, menurut Hendri, juga membawa dampak ekonomi yang positif. Rumah-rumah warga yang digunakan sebagai tempat tinggal kafilah, sudah barang tentu akan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pemiliknya.

“Ini salah satu dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat kita dari digelarnya MTQ Provinsi ini di daerah kita,” tutupnya. ***(shr/inf)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews