Disdik Bengkalis Selenggarakan Pelatihan Literasi Siswa SMP

Kabid Pembinaan SMP, Disdik Bengkalis, Junaidi Yahya, S.Pd.I membuka kegiatan Pelatihan Literasi Siswa SMP se-Kabupaten Bengkalis

LAMANRIAU.COM, BENGKALIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan Pelatihan Literasi Siswa SMP se-Kabupaten Bengkalis. Pelatihan ini dilaksanakan di Bengkalis pada 26 sampai 28 Juli 2022.

Penyelenggaraan pelatihan tersebut merupakan bagian dari sub-kegiatan Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa SMP. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahun kedua.

Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 96 orang siswa SMP dan 11 guru pendamping. Dengan narasumber pelatihan berjumlah 4 orang, yaitu Dr. Griven H. Putera (Sastrawan dan penulis), Dr. Bambang Kariyawan (Sastrawan dan penulis), Marhalim Zaini, S.Sn., M.A. (Sastrawan, penulis, Ketua Komunitas Suku Seni Riau), dan Kunni Masrohanti (Sastrawan, penulis, Ketua Komunitas Rumah Sunting, wartaawan).

Materi yang disampaikan antara lain Memahami Puisi dan Teknis Menulis Puisi, Puisi Lingkungan dan Teknik Menulis Puisi, Memahami Dunia Cerpen dan Teknik Menulis Cerpen, Digitalisasi Karya Sastra, serta Praktik dan Evaluasi Karya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Kholijah, S.Pd.I diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMP, Junaidi Yahya, S.Pd.I. mengharapkan kegiatan pelatihan ini akan melahirkan generasi bangsa yang terampil membaca dan menulis secara budaya.

”Kita menginginkan budaya membaca dan menulis itu bertumbuh kembang. Lebih lanjut, kita juga berharap akan terjadi gerakan literasi sekolah di Kabupaten Bengkalis secara masif,” harapnya.  

Kegiatan seperti ini, kata Junaidi, bisa membentuk peserta menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kegiatan ini akan menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar, dan menjaga keberlanjutan pembelajaran.

Lebih khusus, kegiatan ini bertujuan membina para siswa SMP untuk meningkatkan minat, bakat, dan kreatitvitas mereka dalam berkarya sastra.

Selama ini, karya sastra seperti puisi dan prosa kurang mendapat tempat dalam pembelajaran kurikuler dan masyarakat, terutama praktik menulisnya.

Dengan memberikan pemahaman teori dan praktik, peserta diharapkan berkompetensi menjadi penulis handal di masa kini dan masa depan. (mis)

Editor: Fahrul Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.