Akhir Sebuah Takdir
empati sesama manusia
anugerah Tuhan kasih sayang
semua orang merasakan apa yang terjadi kepada saudara
bukan terus-menerus mengecam
menghujani beribu-ribu peluru
mematikan sinyal kehidupan
mengubur segala harapan
kita lahir untuk menjadi khalifah
bukan menanam masalah
memporak-porandakan tanah
merampas hak sejarah
peringatan darurat tidak lagi didengar
biarkan takdir yang akan menghukum
Purwakarta, 26 September 2025
Saudara Kita
sidang meradang
mati-matian menembus gerbang kedamaian
terhalang kuasa yang menentang
strategi licik
bagian yang munafik
pada keputusan kemerdekaan bersama
bermuka dua di depan media
bersembunyi jalur politik sesat
Palestina saudara semua
memelukmu dalam setiap do’aku
Purwakarta, 26 September 2025
Tuhan Politik
dimana tempatku mengadu?
bertahan di tanah sengketa
sering kali mencuci luka
ruang-ruang terpanggang
tenda darurat berkarat
persatuan bangsa
mewujudkan impian
masih saja mengelak seberang sana
menuhankan segala cara
melintir takdir sampai berakhir
mungkin
Purwakarta, 26 September 2025
PBB
aku ingin merdeka
kita berjabat demi kemanusiaan
mereka berbondong-bondong menyuarakan kebenaran
atas nama kebebasan tanah
bukan terprovokasi politik
ikut andil simpatik
sedangkan negeri yang disana menghabisi sepi
ambisi bertubi-tubi
pemimpin tak layak, menginjak persatuan
tanpa saling merasakan kebahagiaan
sudah berulang kali menyapa bendera putih
merobek paksa
bahkan terbakar bersama nasibnya
Purwakarta, 25 September 2025
Bayangan Esok
Palestina punya impian
jangan kau tenggelamkan
dalam negeri, luar negeri mendemo Tuhan
punya hak apa?
dendam yang bagaimana?
siapa yang salah, tanggung jawab?
sampai tega meruntuhkan segala harapan
nafasnya sesak
hatinya bergejolak
pikirannya retak
segala bayangan berserakan
ditengah tanah yang menyisakan kerinduan
Purwakarta, 25 September 2025
——————————-
Dzakwan Ali. Penggerak seni dan Literasi Kampus Mahad Aly Kebon Jambu Cirebon, penggagas Komunitas Santri Menulis, pendiri Latar Karya Temulawak. Duta Baca Kabupaten Indramayu tahun 2023, Pemuda pelopor bidang seni dan budaya Indramayu 2024-2025. Menerbitkan 4 buku solo “Sejuta Rasa Cinta, Berakit-rakit Untuk Bangkit, Sang Pengabdi, Menapaki JejakMU“. Pembaca puisi di acara-acara. karya-karyanya terbit di media koran Halaman Gelemaca Cirebon, Legok Media, website Kebon Jambu, suara krajen, Serumpun Bambu, Negeri Kertas, majalah Horizon, parahyangan, sigap gemilang, media idestra, IG residensi sastra, erka pro, nongkrong id, peka, Majalah Apajake, Urupedia, Nyimpang, Tiras Times, Media Literasi Senja, Jurnal Puisi Cinta, redaksi Siniar, redaksi Potret, Riau Sastra, Media Disdik Purwakarta, Media Sastraku, Media Tebu Ireng, Media Siniar, dan Redaksi takanta. Temukan di Facebook Dzakwan Ali Senang dan Instagram @pengedaraksara. *
Baca: Puisi-puisi Karya Agus Widiey






