Kiat untuk Menahan Amarah

orang yang rendah hatinya

LAMANRIAU.COM – Manusia mempunyai nafsu amarah. Namun keimanan manusialah yang membatasinya. Ada yang mampu menahan amarah, ada yang tidak mampu melakukannya. Rasulullah bersabda:

Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan d ihasankan Al-Albani)

Baca : Ketika Kita Diuji Oleh Allah

Nah, berikut ada beberapa kiat menahan amarah:

1. Jangan mengganti panggilan kepada panggilan yang lebih kasar.

Seringkali ketika sedang marah kita mengganti panggilan kepada panggilan yamg lebih kasar. Tanpa sadar ini menyebabkan emosi dan kemarahan terus meningkat. Kendalikan diri untuk mengontrol panggilan ketika marah.

Rasul bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah dengan bergulat, namun orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari)

2. Jangan mengganti bahasa dengan bahasa yang lebih kasar. Nada yang tinggi ketika sedang marah lebih baik d ibanding mengganti dengan bahasa yang lebih kasar.

3. Jika marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Marah dalam keadaan duduk, berbaringlah. Jika marah dalam keadaan baring, berwudhulah. Jika marah dalam keadaan wudhu maka sholatlah. Hal ini sesuai dengan Hadist HR. Abu Daud.

4. Diam lah. Saat menahan amarah, seseorang di anjurkan diam. Karena diam bisa menetralisir akal agar lebih tenang. Dan meluapkan amarah hanya akan membawa emosi yang semakin tak terkendali.

Rasul bersabda :

Jika salah seorang diantara kalian marah, diamlah! (HR.Ahmad). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.