Tokoh  

Dua Srikandi Sungai Salak Pimpin Universitas Negeri di Riau

Dua srikandi asal Sungai Salak, Indragiri Hilir yang menjabat rektor universitas negeri di Riau, Prof Dr Sri Indarti SE MSi (kiri) dan Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE, MSi, Ak, CA (kanan).

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE, MSi, Ak, CA terpilih sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau periode 2025-2029. Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Rektor di UIN Suska Riau.

Prof. Dr. Leny Nofianti lahir di Sungai Salak, 12 November 1975. Ia merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara, putri dari almarhum Mustafa Jalal, yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen P dan K Gaung Anak Serka di Teluk Pinang.

Dua tahun sebelumnya, Universitas Riau juga menobatkan perempuan pertama sebagai rektor. Dia adalah Prof Dr Sri Indarti SE MSi. Sri Indarti resmi menjabat rektor Universitas Riau periode 2022-2026. Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) Ir Suharti MA PhD di Jakarta, Rabu 21 Desember 2022.

Wanita kelahiran Sungai Salak, Indragiri Hilir 9 April 1965 itu, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Sejak kelas 1 SMP, Sri sudah terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tua. Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Rengat, dan SMA Negeri 8 Pekanbaru, Sri sangat gigih menuntut ilmu, terbukti dengan ia melanjutkan studi S1 nya di jurusan Manajeman FEB UNRI dan lulus pada tahun 1987.

Berikut profil kedua wanita hebat tersebut:

Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE, MSi, Ak, CA

Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE, MSi, Ak, CA bersama Menteri Agama RI Nazarudin Umar usai pelantikan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Prof Leny Nofianti dilantik langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Senin (26/5/2025) di Jakarta bersamaan dengan pelantikan dua pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya yaitu I Wayan Wirata sebagai Rektor IAHN Gede Pudja Mataram, dan I Gede Suwindiya sebagai Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 186091, 186195, dan 186196/MA.KP.07/5/2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan PTKN masa jabatan 2025–2029.

Dalam pemilihan Rektor UIN Suska Riau kali ini Prof. Dr. Leny Nofianti menjadi satu-satunya calon rektor UIN Suska Riau perempuan. Ia bersaing dengan empat Guru Besar, yaitu Dr. H. Samsul Nizar, MAg, Prof. Dr. H. Akbarizan MAg, MPd, Prof. Dr. H. Muhammad Syaifuddin SAg, MAg, dan Prof. Dr. Hairunas MAg. Nama terakhir merupakan Rektor UIN Suska Riau periode 2021-2025.

Terhitung 1 Oktober 2019, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengeluarkan surat keputusan tentang Kenaikan Jabatan Akademik/ Fungsional Dosen Dr. Leny Nofianti MS., S.E., M. Si., Ak, CA menjadi Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Ilmu Akuntansi. Pengangkatan ini sekaligus menjadikan Leny Novianti sebagai satu-satunya profesor perempuan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Lahir dan besar di lingkungan keluarga yang peduli dengan pendidikan menjadikan Leny Nofianti tumbuh menjadi sosok yang konsisten dalam mengejar ilmu dan prestasi. Keteguhannya dalam menuntut ilmu, lingkaran keluarga yang saling mendukung serta ridho dari suami dan orangtua mengantarkan wanita kelahiran Sungai Salak, 44 tahun silam ini menjadi seorang Profesor.

Anak ke sembilan dari sepuluh bersaudara ini tumbuh berprestasi tak lepas dari panutan yang diberikan oleh ayah, abang dan kakak-kakaknya. Mereka memilih hidup sederhana dengan pendidikan yang lebih tinggi di rantau dibandingkan hidup berkecukupan di kampung halaman.

Ayahnya, almarhum Mustafa Jalal, yang pada masa itu menjadi Kepala Kantor Departemen P dan K Gaung Anak Serka di Teluk Pinang memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Memutuskan pindah ke Pekanbaru dengan mempertaruhkan jabatannya menjadi pegawai biasa demi Pendidikan anak-anaknya yang lebih baik.

“Ada syarat yang disampaikan oleh Ayah pada waktu itu, kalau anak-anak Ayah mau kuliah maka harus kuliah di universitas negeri karena kalau swasta, Ayah tak sanggup membiayai, karena akan ada masanya Ayah mengkuliahkan empat anak sekaligus. Tekad inilah yang dibawa oleh abang-abang dan kakak-kakak dalam mencari ilmu,” tutur ibu dari tiga putri yang sebagaimana ditulis laman uin-suska.ac.id.

Alumni SMU 8 Pekanbaru ini sebenarnya bercita-cita ingin menjadi dokter. Namun keinginan ini harus terkubur. Dikemudian hari baru ia mengetahui, bahwa ternyata ada do’a ibunda dibalik kegagalan untuk masuk ke fakulas kedokteran.

Menikah dengan Pahrurrozi, SP, MMA, seorang Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Riau, menjadi langkah awal peran ganda yang harus dilakoni oleh alumni Universitas Riau jurusan Akuntansi ini.

Menjadi perempuan yang harus mampu membagi waktu antara pekerjaan, pendidikan dan keluarga. Menjalani Pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran dalam kondisi hamil anak kedua tidak menghalangi langkahnya untuk menyelesaikan Pendidikan tepat waktu.

Ditahun 2008, Ia mengikuti Pendidikan Doktor di kampus yang sama dengan membawa dua orang anak yang masih balita, Faira Fidella, dan Annifa Filza Syafira untuk ikut ke Bandung, jauh dari suami dan keluarga.

Perjuangannya tidak sia-sia, ia lulus dalam waktu tiga tahun dengan peringkat Cumlaude. Dalam tahapan memenuhi persyaratan menuju Guru Besar, ia kembali dianugerahi seorang putri, Aisyah Nadya Khairani yang saat ini berusia 1 tahun 8 bulan.

Dukungan dari keluarga dan ridho dari suami memudahkan langkahnya untuk menjalani peran yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya. Setelah menyelesaikan S3, pengurus Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Riau ini berazam untuk konsisten melakukan penelitian minimal satu kali dalam satu tahun dan mempublisnya, selain itu ia juga rutin mengikuti Konferensi Internasional di berbagai negara.

Tercatat ada 30 hasil penelitian, 19 publikasi jurnal, 10 proceeding serta 10 buku dan artikel koran yang dipublikasikan. Agar target menulis dan mempublis tulisan dapat terjaga, sekaligus untuk memotivasi rekan-rekannya di kampus, Dosen Teladan tingkat Fakultas Ekonomi dan Ilmu sosial Tahun 2008 ini bersama rekan-rekannya membentuk tim peneliti yang bergerak bersama melakukan penelitian, mengikuti konferensi-konferensi internasional juga mengejar berbagai bantuan penelitian.

Proses berliku menuju guru besar sudah dijalani, namun menurut Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial ini Beban berat justru dirasakan setelah mendapat anugerah, gelar guru besar. “Saya merasa bukan berarti harus berhenti tapi justru harus lebih banyak berkiprah, lebih bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya kepada manusia tapi juga peningkatan ibadah kepada sang khalik,”tutupnya.

Ia menyebut ada prinsip-prinsip yang perlu dimasukkan dalam Islamic governance dan dapat membantu penerapan tata kelola yang baik pada perusahaan syariah serta menjadi referensi dalam industri perbankan syariah.

Ajaran itu antara lain, Siddiq (honesty), amanah (fulfillment of trust), tabligh (transparency and openness), fathonah (intelligence), tawazun (balance), mas’uliyah (accountability), akhlaq (moral and integrity), a’dalah (justice), hurriyah (independence and responsible freedom), ihsaan (profeslsional), wasathan (fairness), ghirah (spirit/passion), idarah (management), khilafah (leadership), aqidah (trust and confidence), ijabiyah (positive thinking), raqabah (supervision), itqan (continues improvement), dan zuhud (no worldliness).

Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si

Prof Dr Sri Indarti SE MSi resmi menjabat rektor Universitas Riau (Unri), pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) Ir Suharti MA PhD, di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hadjar Dewantara Lantai I Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu 21 Desember 2022.

Sebagai Rektor terpilih, ada dua hal menjadi arah kebijakan Sri Indarti, yakni menjadikan UNRI PTNBH dan go internasional tahun 2025 dengan tagline “Srikandi UNRI 2022-2026 Kreatif, Amanah, Networking, Dedikasi dan Integritas”.

Tentunya dengan tagline ini menjadi hal yang memajukan universitas dengan pola dua program arah kebijakan, kemudian kampus merdeka dimana untuk mencapai tujuan PTNBH tahun 2025 dan go internasional dengan adanya center of excellent disetiap fakultas dan wawasan kebangsaan yang menjadi sangat penting saat ini untuk menjadi negara bersatu dan kuat.

Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau selama 2 periode dari 2014 lalu hingga tahun 2023. Sebelum menjabat sebagai Dekan, Ia pernah mejabat sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen tahun 2001-2003, Ketua Jurusan Manajemen 2 (dua) periode, Ketua Program Studi S2 Manajemen, dan juga sebagai Wakil Dekan I (Bidang Akademik) FEB UNRI Periode 2010-2014.

Sri mengawali karirnya sebagai dosen di jurusan Manajemen FEB UNRI tahun 1988. Tahun 1994 setelah menikah dan mempunyai 2 orang anak, ia melanjutkan S2 di Universitas Andalas, selesai pada tahun 1997, kemudian melanjutkan studi S3 di Universitas Brawijaya yang di selesaikan pada tahun 2010.

Sri memiliki prinsip bahwa dalam bekerja itu harus memiliki komitmen dan melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta amanah. “Hasil yang kita rasakan bukan langsung saat itu, kita akan nikmati nanti kedepan, orang akan lihat kita mau bekerja karena setiap dikasi tugas itu komitmen dan amanah itu kuncinya,” tuturnya.

Sri Indarti juga mengungkapkan bahwa setiap kehidupan itu pasti ada pembelajaran, kita tidak boleh putus asa, karena setiap diri individu itu pasti memiliki potensi atau kelebihan masing-masing, mungkin seseorang tidak terlalu pintar tapi dia mau belajar. ***

Editor: Fahrul Rozi

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews