Tokoh  

Jabat Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRI, Inilah Sosok Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si

- Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau selama 2 periode dari 2014 lalu hingga tahun 2023 mendatang.

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau selama 2 periode dari 2014 lalu hingga tahun 2023 mendatang.

Sebelum menjabat sebagai Dekan, Ia pernah mejabat sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen tahun 2001-2003, Ketua Jurusan Manajemen 2 (dua) periode, Ketua Program Studi S2 Manajemen, dan juga sebagai Wakil Dekan I (Bidang Akademik) FEB UNRI Periode 2010-2014.

Wanita kelahiran Sungai Salak (Indragiri Hilir) 9 April 1965 itu, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Sejak kelas 1 SMP, Sri sudah terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tua, “dulu kan saya tinggal di desa dan jauh dari kota, waktu smp saya mulai ngekos karena dari rumah ke sekolah butuh waktu satu malam baru sampai menggunakan kapal, karena di desa saya belum ada smp” ujar Sri, Kamis (19/12).

Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Rengat, dan  SMA Negeri 8 Pekanbaru, Sri sangat gigih menuntut ilmu, terbukti dengan ia melanjutkan studi S1 nya di jurusan Manajeman FEB UNRI dan lulus pada tahun 1987.

Sri mengawali karirnya sebagai dosen di jurusan Manajemen FEB UNRI tahun 1988. Tahun 1994 setelah menikah dan mempunyai 2 orang anak, ia melanjutkan S2 di Universitas Andalas, selesai pada tahun 1997, kemudian melanjutkan studi S3 di Universitas Brawijaya yang di selesaikan pada tahun 2010.

Sri memiliki prinsip bahwa dalam bekerja itu harus memiliki komitmen dan melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta amanah, “prinsip saya, kalau bekerja itu berusaha untuk komitmen dan melaksanakan tanggung jawab yang diberikan ke kita itu kita laksanakan dengan sunggguh-sungguh, hasil yang kita rasakan bukan langsung saat itu, kita akan nikmati nanti kedepan, orang akan lihat kita mau bekerja karena setiap dikasi tugas itu komitmen dan amanah itu kuncinya” tuturnya.

Beliau juga memiliki semboyan yaitu, “orang mungkin boleh bangga dia punya sesuatu, misalkan dia bangga karena seorang anak pejabat atau mungkin bangga punya harta atau mobil mewah, nah kita apa yang sebenernya dibanggakan? kan gaada, jadi satu-satunya orang bisa lihat kita karena prestasi kita, prestasi belajar kita” ungkapnya.

Sri juga mengungkapkan bahwa setiap kehidupan itu pasti ada pembelajaran, kita tidak boleh putus asa, karena setiap diri individu itu pasti memiliki potensi atau kelebihan masing-masing, mungkin seseorang tidak terlalu pintar tapi dia mau belajar.

“yang merubah pola pikir merubah kehidupan kita itu ya melalui pendidikan, kalau orang lain bisa, kenapa kita ga bisa?” tutup Sri. (NRF)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.