PAGI ini burung berkicau indah sekali, mentari pun bersinar lembut seolah melindungi hati yang masih…
Laman Cerpen
Laman cerita pendek dan karya sastra beserta tulisan menarik lainnya.
Cerpen Dwi Ratih Ramadhany: Selepas Buhaji Pergi
KUDENGAR suara ibuku mendorong keluar lendir lengket dari rongga hidungnya. Aku tahu dia belum berhenti…
Cerpen Rusmin Sopian: Kartu Miskin Pak Miskin
AWAN pagi itu berarak. Cerah sekali warnanya. Biru dan membiru sebagai penghias langit nan tinggi….
Cerpen Rudi Agus Hartanto: Menjelang Pertandingan Berakhir
SEGELAS kopi yang berada di ujung meja itu terhempas kemudian pecah karena tersenggol tangan Topan….
Cerpen Rusmin Sopian: Penjual Kesedihan
LELAKI itu datang ke kampung kami. Aroma kesedihan mulai hadir menghiasi kehidupan Kampung yang damai…
Cerpen Muhammad Zahidun: Got
INILAH kampungku. Kampung kecil yang terletak di pinggir pasar dengan keramaian angkutan kota. Kampung yang…
Cerpen Hamidah: Idulfitri Terakhir Bersama Ayah
PENGHUJUNG Ramadan telah tiba, sekarang adalah hari terakhir di bulan Ramadhan. Aku bahagia karena Idul…
Cerpen Warits Rovi: Lebaran, Ibu, dan Seekor Kucing
Sejak daerah tempatku bekerja dinyatakan sebagai zona merah, aku selalu menaruh curiga pada Barto, kucing…
Cerpen Jasman Bandul: KETUPAT BAWANG
MALAM belum larut, mata lalat masih celik. Samat baru saja pulang dari tarawih, di Surau…
Cerpen Muhtadi.ZL: Racun Lalat
BILA musim lalat tiba, Rina akan kangen bunda. Ia sudah lupa berapa bulan bunda meninggalkan…
Cerpen Djunaedi Tjunti Agus: Puasa
INI entah bulan puasa keberapa. Setiap memasuki Ramadhan, pikiran teringat ke masa lalu. Ketika usai…
Cerpen Achmed Sayfi Arfin Fachrillah: Malam Kepergian Marsena
DI BAWAH langit malam dengan taburan rasi bintang, disertai gemuruh guntur kemarahan orang-orang meminta keadilan….
Cerpen Fatih Muftih: Bangkitnya Surau Kami
TERIK matahari masih mengguyur langit Tanjungpinang siang ini. Kota yang juga merupakan ibukota Kepulauan Riau…
Cerpen Yulita Fitriana: Mentariku Redup Ditelan Senja
SENJA mulai merangkak pelan. Di barat semburat jingga dengan sapuan kemerahan melatari sekawanan burung yang…
Cerpen Hayatun Thayyibah: Kupenuhi Janji
“SUDAHLAH, Nak! Jangan bersedih lagi,” hibur wanita yang sangat kusayangi di dunia ini, sambil mengelus…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
