Riau  

MDI Riau Sayangkan ‘Goyang Erotis’ di Turnamen Golf Piala Gubernur

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Riau menyayangkan aksi ‘goyangan erotis’ yang berlangsung dalam pembukaan Turnamen Golf Piala Gubernur di Hotel Labersa, Siak Hulu, yang viral dan jadi perbincangan publik.

Ketua MDI Riau, Dr.H.Abd.Razak, MM mengutuk keras atas viralnya kegiatan hiburan yang kurang baik tersebut

“Membaca dan melihat tampilan seorang penyanyi erotis di ajang bergensi turnamen golf piala Gubernur Riau beberapa hari ini, sangat menyesakkan dada kita masyarakat Riau di Pekanbaru. Apalagi kami dari kalangan pemuka agama, berupaya sekuat tenaga menciptakan akhlak dan moral masyarakat untuk menjadi lebih baik,” kata Abdul Razak, Senin 22 Agustus 2022.

Ia juga tidak habis pikr, ada segelintir orang atau organisasi olahraga tidak menampilkan kebaikan untuk masyarakat, terutama kalangan kaum milenial dengan mempertontonkan budaya Melayu yang tidak bermoral.

Abdul Razak menyatakan, kegiatan yang pertontonkan penyanyi tersebut menggambarkan kurang berakhlak dan bermoral, ditonton oleh tokoh dan undangan.

“Apakah mereka yang nonton sangat bangga dengan hiburan berbau porno aksi. Sebaiknya di kegiatan seperti itu jangan ada penampilan yang kurang pas dengan jati diri masyarakat Melayu Riau yang kental adat dan agama, yang menjunjung tinggi martabat manusia, dan martabat daerah,” tanya dia.

Razak menilai perbuatan tersebut jelas melecehkan martabat seorang wanita. Selaku tokoh agama dan masyarakat, ia meminta pihak berwajib mengusut untuk memberi efek jera.

“Penyelenggara agar menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Riau, lebih khusus kepada Gubernur karena menyangkut namanya dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Pengurus MDI Riau Drs H Rasyidi Hamzah menambahkan, sebagai sayap Partai Golkar, MDI menganggap ada unsur kesengajaan untuk merusak nama baik Ketua DPD I Golkar yang akan maju kembali pada tahun 2024 mendatang.

“Ada upaya unsur black campign jelang masuknya tahun politik. Semoga ini yang terakhir dan tidak membuat kegaduhan yang merusak tatanan masyarakat yang sudah kondusif dan nilai keberadaban dan kerukunan,” ingat Rasyidi. ***

Editor: Fahrul Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *