Breaking News, Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Bertambah jadi 153 Orang

breaking news korban tragedi stadion kanjuruhan bertambah
Korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang bertambah 153 orang (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Korban meninggal tragedi Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, bertambah jadi 153 orang. Korban terbanyak dari penonton yang terinjak dan kekurangan oksigen terkena gas air mata.

Informasi itu disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Minggu, 2 Oktober 2022.

“Saya sebagai salah satu penggila bola ikut berduka atas jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia,” kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara seperti di lansir Okezone, Minggu, 2 Oktober.

Sementara itu dari laman facebook bapau.id menyebutkan, data 153 korban tewas itu tersebar di sejumlah rumah sakit di Malang. Di antaranya RS Wafa Husada 101 korban, RS Teja 34 korban, RSSA 2 korban, Klinik Sakavila 4 korban, RS Hasta Husada 4 korban, RS Mitra Delima 4 korban, dan RS Madiva Husada 4 korban.

Sementara korban luka ringan dan berat juga tersebar di beberapa rumah sakit terdekat dari stadion.

Di sebutkan, korban meninggal dunia tidak saja jatuh di pihak penonton, pendukung Arema FC dan Persebaya FC tapi juga dari pihak polisi.

Tercatat dua orang polisi meninggal. Keduanya, Brigadir Andik dari Polres Tulungagung dinas di Polsek Sumbergempol dan Briptu Fajar dari Polres Trenggalek.

Kapolda Jawa Timur sendiri menyebutkan dalam jumpa pers, Minggu pagi menyebutkan jumlah korban tewas di kerusuhan Stadion Kanjuruhan sebanyak 127 orang.

Kronologi Kerusuhan

Seperti di ketahui, kerusuhan di Staduon Kanjuruhan pecah setelah tim tuan rumah menderita kekalahan 2-3 dari Persebaya. Seketika ratusan suporter tumpah ruah ke dalam lapangan.

Kerusuhan pun meledak saat para suporter itu harus bentrok dengan pihak kepolisian yang mencoba membubarkan Aksi baku hantam antara pihak kepolisian dan suporter pun tak terelakkan.

Situasi semakin mencekam ketika pihak kepilisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Di kabarkan  banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan nafas.

Penulis: Denni Risman
Editor: Denni RIsman