Riau  

Jaga Kerukunan, FKUB Riau Gelar Dialog Tokoh Perempuan dan Tokoh Lintas Agama

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Dr H Wawan Djunaidi MA (tengah/bertanjak) tampil sebagai narasumber Dialog Tokoh Perempuan dan Tokoh Lintas Agama yang ditaja FKUB Provinsi Riau. (Foto: Fahrul Rozi)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau menggelar dialog tokoh perempuan dan tokoh lintas agama dengan menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Dr H Wawan Djunaidi MA, Rabu 09 November 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aryaduta Pekanbaru ini, juga turut senagai narasumber Anggota DPD RI Hj Misharti, S.Ag, M.Si, akdemisi UIN Suska Riau Dr H Dharmi Adruti, Lc MA dan Kepala Kesbangpol Provinsi Riau Jenri Salmon Ginting. Dengan moderator Ketua FKUB Riau KH Abdurrahman Qaharuddin.

Gubernur Riau Syamsuar yang diwakili Asisten I Setdakprov H Masrul Kasmy saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan, kerukunan umat adalah merupakan suatu kondisi yang harmonis terpadu, gotong royong, saling menghormati, saling sapa, saling tenggang rasa dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan di antara yang berbeda.

“Keberagaman etnik, kuktur dan juga budaya yang terjadi sejak lama di Provinsi Riau, menjadi kekuatan kita untuk membangun negeri ini. Kondisi aman dan nyaman selama ini telah terbukti. Sehingga Riau termasuk daerah paling kondusif di Indonesia,” ujar Masrul Kasmy.

Dikatakan, seseorang dapat berbuat rukun sering dilatarbelakangi adanya sikap beragama yang matang dan mendalam. “Kondisi kerukunan juga dapat terjadi karena sikap kedewasaan yang tinggi, disebabkan tingginya ilmu yang dimiliki seseorang,” tambah Masrul.

Untuk itu, katanya, agar kerukunan dapat terbina dengan baik diperlukan pendalaman pemahaman nilai-nilai agama bagi umat beragama. Sehingga konflik dapat dieliminasi seminimal mungkin.

Sementara itu Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Dr H Wawan Djunaidi MA dalam kata sambutannya menyebutkan, untuk menciptakan kerunanan, diperlukan peran semua elemen organisasi. Salah satunya adalah kaum perempuan.

“Kaum perempuan selama ini berperan aktif dalam menjaga kerukunan yang ada. Salah satu contoh mencairnya konflik di Ambon beberapa waktu lalu itu adalah pengaruh besar dari kaum perempuan,” sampainya.

Ia mengapresiasi langkah FKUB Riau dalam menggelar dialog antar tokoh perempuan lintas agama. Kegiatan ini dipandang sangat penting memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kerukunan adalah indah.

“Kami juga telah merancang Peraturan Presiden dan sudah diajukan. Di mana nanti mengatur salah satunya terkait kepengurusan FKUB, dengan memberi seluas-luasnya perempuan untuk terlibat. Mudah-mudahan Perpres itu sebera disetujui dan ditandatangani presiden,” katanya.

Ketua FKUB Ruau KH Abdurrahman Qhatuddin mengatakan, kondisi kerukunan umat beragama di daerah ini sudah sangat baik, sehingga harus terus dipelihara.

Meski demikian, ia menyatakan hasil survey indeks kerukunan umat dari Keemnterian Agama, menempatkan Riau pada posisi tiga paling bawah dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Belajar dari Provinsi Kepulauan Riau sebagai adik kandung kita, meski baru, mereka sudah menempati rangking tearatas dalam hal kerukunan umat beragama. Kita berharap Riau kedepan jauh lebih baik,” sampainya.

Sebagai langkah jangka pendek, selain dialog, FKUB Riau juga mendorong berdirinya Harmoni Center sebagai pusat keberagaman. Pembangunannya telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Riau. “Mudah-mudahan segera hadir,” pungkasnya.

Dialog tokoh perempuan dan tokoh lintas agama yang mengangkat tema ‘Peran Tokoh Perempuan dan Tokoh Lintas Agama Mentongsong Tahun Tolerasi dari Sudut Pandang Beragam Agama’ itu, diikuti organisasi agama, FKUB Kabupaten/Kota dan ormas terkait. ***

Editor/Penulis: Fahrul Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *