Mimbar  

Meski Ingkar, Allah Tetap Berikan Kita Kesempatan untuk Hidup

LAMANRIAU.COM — Dalam dunia ini tidak sedikit orang-orang yang ingkar terhadap perintah Allah SWT. Lantas muncul pertanyaan, mengapa mereka masih dibiarkan hidup walau telah ingkar dan berbuat kerusakan.

Dalam Surah An-Nisa’ Ayat 133 dan tafsirnya, dijelaskan bahwa kalau Allah menghendaki, Dia bisa memusnahkan semua manusia dan menggantinya dengan umat yang lebih taat. Namun, Allah tidak membutuhkan ketaatan dari manusia, justru manusia yang butuh taat kepada Allah, karena itulah mereka yang ingkar tetap dibiarkan hidup.

اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ اَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِاٰخَرِيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى ذٰلِكَ قَدِيْرًا

Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia. Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (QS An-Nisa’: 133).

Ayat ini dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama menjelaskan, apabila Allah berkehendak untuk melenyapkan semua manusia dan seluruh alam ini, sesudah itu menciptakan makhluk dan alam yang lain sebagai ganti untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka Allah kuasa melaksanakan kehendak-Nya itu. Karena segala apa yang terdapat di langit dan di bumi tunduk di bawah kekuasaan-Nya.

Apabila ada sebagian manusia yang mengingkari nikmat Allah dan membangkang terhadap perintah-perintah-Nya. Kemudian mereka dibiarkan terus hidup di dunia ini hingga ajalnya tiba, hal itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar tidak memerlukan ketaatan mereka.

Apabila mereka tidak diberi balasan secara langsung, bukanlah karena Allah tidak berkuasa untuk membinasakan mereka, tetapi semata-mata karena adanya hikmah dan kemaslahatan yang berguna bagi manusia yang bertakwa.

Allah berfirman, “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.” (QS Ibrahim: 19-20)

“Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).” (QS Muhammad: 38).

Ayat ini mengandung ancaman kepada orang-orang musyrik yang selalu menyiksa pikiran dan perasaan Nabi dan menentang seruannya, juga untuk memperingatkan agar orang memperhatikan sunatullah yang menguasai hidup dan mati mereka.

Ayat ini dalam penjelasan Tafsir Ringkas Kementerian Agama, dengan tegas Allah menyatakan bahwa kalau Allah menghendaki untuk memusnahkanmu karena kekafiranmu terhadap-Nya, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua, wahai manusia. Kemudian setelah kemusnahanmu itu, Dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan Allah Maha Kuasa, dan tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya untuk berbuat demikian. ***

Editor: Fahrul Rozi/Sumber : Ihram.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *