Hampir Baku Tembak Pesawat Korsel dan Rusia

F-16 Korea Selatan/Net

LAMANRIAU.COM, SEOUL – Korea Selatan menyatakan pesawat jetnya melakukan penembakan peringatan terhadap pesawat pengintai Rusia yang memasuki wilayah udaranya, demikian BBC melaporkan, Rabu (24/7/2019).

Para pejabat mengatakan pesawat tersebut pada hari Selasa (23/7/2019) dua kali melanggar wilayah udara di atas kepulauan Dokdo/Takeshima yang diduduki Seoul tetapi juga diklaim Jepang.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan telah mencegat pesawat jet tempur dan melakukan serangkaian tembakan senapan mesin 360.

Rusia menyangkal telah melanggar wilayah udara negara itu.

Moskow mengatakan dua pesawat pembomnya melakukan latihan yang sudah direncanakan di atas “wilayah laut netral” dan menyangkal adanya tembakan peringatan dilancarkan pesawat jet Korea Selatan.

Ini adalah untuk pertama kalinya peristiwa seperti ini terjadi antara Rusia dan Korea Selatan.

Militer Korea Selatan menyatakan secara keseluruhan terdapat tiga pesawat militer Rusia dan dua dari China yang memasuki Korea Air Defense Identification Zone (KADIZ) pada Selasa pagi.

Pesawat-pesawat itu adalah dua pembom Tu-95 Rusia, satu pengintai A-50 Rusia dan dua pembom H-6 China.

Pesawat pembom dan pengintai Rusia dan China kadang-kadang memasuki wilayah dalam beberapa tahun terakhir.

Pesawat asing harus mengumumkan identitas mereka sebelum memasuki KADIZ.

Korea Selatan menyatakan salah satu pesawat Rusia–A50–terbang melewati KADIZ dan memasuki wilayah udara negara pada sekitar pukul 09:00 waktu setempat.

Pesawat F-15 dan F-16 Korea Selatan diterbangkan untuk mencegat.

Militer menyatakan telah menembakkan 10 tembakan api dan 80 rangkaian tembakan senapan mesin saat ‘pelanggaran’ pertama dilakukan.

Pesawat Rusia pergi sebelum kemudian muncul kembali, dan menghadapi 10 tembakan api dan 280 rangkaian tembakan senapan mesin Korea Selatan.

Lewat pernyataannya, Rusia hanya menyebutkan dua pesawat pembom, dengan tidak secara rinci mengakui tuduhan pihaknya juga mengirim A-50 yang melenceng jalur.

Pimpinan Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong, telah mengajukan penolakan keras kepada Dewan Keamanan Rusia, dan mendesak dewan untuk mengambil tindakan sepatutnya.

“Kami memandang ini keadaan yang sangat negatif dan, jika diulangi, kami akan mengambil langkah yang lebih tegas lagi,” demikian pernyataan Chung seperti disampaikan kantor presiden Korea Selatan.

Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada Korea Selatan dan Rusia.

Menteri Utama Kabinet Yoshihide Suga mengatakan: “Terkait dengan posisi Jepang menyangkut kedaulatan Takeshima, bahwa pesawat militer Korea Selatan melakukan tembakan peringatan sama sekali tidak bisa diterima dan sangat disesalkan.”

China menegaskan wilayah identifikasi pertahanan udara Korea Selatan bukanlah wilayah udara teritorial, sehingga semua negara dapat bergerak di dalamnya, demikian dilaporkan kantor berita Reuters. (bbc/ilc)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *