Mutasi Pikiran

visi vokasi

ALHAMDULILLAH; kita masih diberi kesempatan bertemu melalui pikiran. Semoga semua sehat tak kurang sesuatu apa pun ya.

Mutasi Jabatan itu perkara biasa. Itu hanya pindah tempat. Tak banyak mengubah nasib kalau pikirannya tidak bermutasi. Tapi kalau kesehatan yang pindah dari sehat menjadi sakit, di situ baru petaka bermula.

Apa agenda selepas menyimak tulisan kolom tiap hari ahad ini? Tak ada rencana pergi mancing ke parit kebun sawit, kolam, sungai, danau, kolong atau laut kah?

Atau jejangan belum ada apa-apa rencana. Tak apa lah. Kalau belum ada rencana, terus lah menyimak pikiran ini barang sekejap….

Usah pikirkan sangat soal posisi baru yang madang ditukar-ganti mengawali tahun baru ini. Terima saja dengan ikhlas. Tak perlu bersedih. Bikin tambah sakit hati dan tak sedap makan pula nanti.

Kalau hati dibiarkan terus sakit saban detik-menit-jam-hari-minggu-bulan-tahun, nanti lekas naik asam urat he..he…

Pikirkan aja kapling pekerjaan di lahan sendiri dan terus bersinergi dengan orang lain di kapling lahan pekerjaan mereka. Dengan begitu tujuan organisasi perkantoran bisa dicapai bersama sambil sama-sama bekerja.

Di kantor-kantor kematian, memang apa-apa yang nak dikerjakan itu mesti mengacu ke tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Dia memang sudah dikapling-kapling macam kaplingan kebun kita.

Sekarang batas-batas lahan kebun eselon III dan IV sudah dicabut penguasa. Semua dilebur ke fungsional agar dapat berhemat membayar tunjangan eselonisasi. Batas lahan pekerjaannya memang sudah tiada, tapi kaidah fungsinya masih macam itu-itu juga.

Eselon IV menjalankan fungsi teknis pelaksanaan kegiatan. Yang dulu Eselon III, aktifkan urat saraf memikirkan program-program unggulan dan ragam kemasan kegiatan Maciam Pulut yang cerdas, inovatif, dan terukur.

Veteran eselon IV dan III usah pula berlagak macam Eselon II yang semestinya memikirkan perkara-perkara strategis untuk mengungkit semua lini agar tujuan-tujuan strategis dapat dicapai sesuai tenggat waktu.

Eselon I tak usah temberang mentang-mentang sering pakai dasi dan jas, plus ajudan yang kemaruk menghormat. Sekejap-sekejap memekik: “Siap Pak..Siap Buk…!”. Entah apanya yang siap.

Tuan-tuan/Puan-puan Eselon I harus berfikir visioner jauh menembus langit dan memastikan program-program strategis yang diaktualisasikan betul-betul berkesan bagi hajat hidup orang banyak. Bukan lebih sibuk mengurus kampung tengah diri sendiri-sendiri.

Beda jauh di lahan-lahan kehidupan tak ber-Eselon. Apa-apa yang nak dibuat, buat lah sekehendak hati di lahan milik sendiri. Asal jangan mengklaim lahan milik orang lain menjadi lahan punya Awak.

Dimana pun Awak dipindah-tempatkan, kalau memang tak nak berbuat alias malas mikir, hasilnya tetap sama; tetap “bau” (business as usual).

Bagaimana agar sentiasa wangi macam Parfum Chanel Paris No 5? Kupas tempurung pikiran lama (out of the box) dan lekas keluar dari sangkar mematikan itu (comfort zone).

Jadi, kepemimpinan di kantor-kantor kematian itu bukan semata persoalan pindah tempat (posisi), tapi lebih kepada perkara aksi melalui perubahan minda alias mutasi pikiran. Kebijaksanaan Tiongkok Kuno mengatakan, “Bukan kaki yang menggerakkan kita, tapi pikiran kita”.

Perihal mutasi pejabat ini mengingat saya akan nasihat Oliver Wendell Holmes-Penyair dan Fisikawan dunia: “Yang hebat di dunia ini bukanlah tempat di mana kita berada, tetapi Arah yang kita Tuju.”

Apa Maciam…?***

Baca : Bonne Année

Respon (3)

  1. Ntah bile mase pule Prof menulis nie…LUAR BIASE
    MACAM PULUT…. BEGETAH EA….
    Sangat bijak nasihat Fisikawan Dunietu “Oliver Wendell Holmes- “Yang hebat di dunia ini bukanlah tempat di mana kita berada, tetapi Arah yang kita Tuju.”
    Artinye untuk mencapai satu tujuan harus memiliki satu visi yang same, terserahlah nanti dari mane jalantu nak dirintis. Mari buke pikiran kite untuk mencapai tujuantu, dengan berbuat baik kinerja baik dengan siapepun dimanepun. Meskipun hasilnye nanti belum tentu sesuai harapan dihati tetaplah berfikiran positif dan jangan membenci, hiduplah dengan rendah hati dan teruslah berbuat yang terbaek….

  2. Dulu_dulu semua berburu _jabatan struktural_ dg segala cara, tp banyak jg yg tdk faham akan _jabatan fungsional_ yg melekat pd jabatan struktural tsb. Kini jaman sdh berubah maju kedepan dg mengejar banyak ketinggalan dibelakangnya… dimulailah dg motto … kerja_kerja_kerja dg sebutan Kabinet kerja…. dan mengikis jabatan2 struktural yg tdk fungsional …… selamat….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.