Menyimak Cerita di Balik Lagu Gugur Bunga, Simak Juga Liriknya

menyimak cerita dibalik lagu gugur bunga
Lagu Gugur Bunga Ciptaan Ismail Marzuki berkisah tentang gugurnya para pahlawan (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Setiap upacara mengenang pahlawan, kita selalu di suguhkan dengan lagu Gugur Bunga. Bagaimana cerita lahirnya lagu wajib ciptaan Ismail Marzuki itu?

Simak kisah dan liriknya.

Judul ini aslinya berjudul Gugur Bunga di Taman Bakti. Di ciptakan Ismail Marzuki tahun 1945.

Lagu ini diciptakan untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam sejumlah peristiwa pada tahun itu.

Seperti di ketahui pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Belanda kembali masuk ke Indonesia. Perlawanan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Pada masa itu, Belanda berhasil menguasai kembali kota-kota besar di Jawa dan Sumatra. Tetapi Belanda tidak mampu menguasai daerah pinggiran dan desa karena adanya perlawanan dari pribumi.

Sekitar 45.000 sampai 100.000 pejuang Indonesia gugur dalam peristiwa berdarah itu demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia agar tidak direbut kembali.

Berduka kehilangan para pejuang Indonesia karena membela Tanah Air, Ismail Marzuki kemudian menciptakan lagu Gugur Bunga.

Makna Gugur Bunga dari liriknya menggambarkan kematian seorang pejuang serta curahan perasaan penyanyi atau pencipta lagunya akan jasa para pahlawan.

Setiap bait memiliki makna tersendiri. Seperti pada bait kedua tampak berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak orang yang di tinggalkan akan sosok pengganti pahlawan yang telah gugur.

Di bait ke dua menjelaskan para pahlawan pergi karena menginginkan kebaikan untuk Tanah Air.  Sehingga orang yang di tinggalkan harus ikhlas dengan kepergian mereka.

Simak lirik lagu Gugur Bunga

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak akan sedih
Hamba di tinggal sendiri

Editor: Denni RIsman