Sara Institute Apresiasi Langkah Polri Periksa Oknum Ormas Pencopot Stiker Gereja

Direktur Eksekutif Sara Institute, Muhammad Wildan.

LAMANRIAU.COM, CIANJUR – Direktur Eksekutif Sara Institute Muhammad Wildan mengapresiasi oihak kepolisian atas diperiksanya oknum anggota Ormas pencopot stiker milik gereja di tenda bantuan korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

“Saya sangat mengapresiasi Polri dalam hal ini jajaran Polres Cianjur yang telah memeriksa oknum anggota Ormas pencopot stiker,” ujar Wildan, Senin 28 November 2022.

Selanjutnya Wildan menjelaskan saat suasana berduka ini seharusnya sesama anak bangsa saling menguatkan dan saling mendukung tidak perlu melukan hal hal yang bisa mencedrai nilai-nilai toleransi yang sudah terbangun di Kabupaten Cianjur.

“Kami pun mengutuk keras atas tindakan itu karena kami menilai perbuatan itu bisa menjadi bumerang di tengah kondisi berduka, tidak ada tempat sejengkal pun di tanah air ini untuk oknum-oknum intoleran,” sebutnya.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menegaskan jika masyarakat Cianjur memegang tinggi nilai toleransi, bantuan dari setiap kelompok pun diterima dengan terbuka untuk korban bencana gempa bumi yang mengakibatkan ratusan warga tewas dan puluhan ribu orang mengungsi.

Menurut Doni, aksi pencopotan stiker gereja dilakukan oleh salah satu oknum organisasi masyarakat (Ormas) yang diketahui ternyata Ormas Garis.

“Jadi saya perlu tegaskan dan luruskan jika masyarakat Cianjur, terutama pengungsi tidak intoleran, mereka sangat toleran, menerima bantuan dari manapun tanpa melihat latar belakang kelompok. Tapi untuk Ormasnya itu jelas intoleran,” kata dia, Minggu 27 November 2022.

Doni mengatakan jika pimpinan Ormas Garis sudah dipanggil dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Cianjur. Tindakan hukum pun akan diberikan jika aksi tersebut kembali terulang.

“Sudah diperiksa tadi malam, sudah berjanji tidak akan mengulangi. Kalau terjadi lagi, kita akan proses hukum,” tegasnya.

Menurutnya para pengungsi kini juga resah dengan adanya aksi tersebut, sebab mereka masih membutuhkan bantuan untuk bertahan di pengungsian.

“Tenda masih digunakan untuk mengungsi, jadi pada dasarnya semua menerima. Itu hanya ulah oknum. Bahkan kini pengungsi jadi resah karena aksi tersebut,” ucap dia.

Doni pun berharap umat nasrani tidak terprovokasi dengan adanya aksi intoleran dari salah satu Ormas tersebut.

“Kami berharap semua pihak tetap memberikan bantuannya. Karena kejadian tersebut merupakan aksi dari oknum Ormas. Secara keseluruhan warga Cianjur sangat toleran, menerima bantuan dari manapun tanpa melihat suku, agama, ras, antar golongan,” pungkasnya.

Sebelumnya, viral aksi sekelompok orang mencabut label pada tenda bantuan yang diberikan tim berbagi dari rumah ibadah untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam video yang beredar di media sosial, awalnya terlihat seseorang memvideokan deretan tenda yang berlabel aksi kasih dari rumah ibadah dengan narasi yang cukup provokatif. Setelah itu, tampak sekelompok orang mencopoti label di tenda pengungsian tersebut. ***

Editor: Fahrul Rozi

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *