Lagi, Harimau Beraksi di Desa Tanjung Simpang

Jejak harimau Bonita beberapa waktu lalu.

LAMANRIAU.COM, TEMBILAHAN – Setelah Bonita, harimau Sumatera yang berhasil ditangkap tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam karena memakan dua korban jiwa di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu.

Kini binatang dilindungi atau dikenal sebagai raja hutan kembali beraksi di daerah itu. Muhammad Amri (32) tewas diserang harimau, saat bekerja do kawasan konsesi perusahaan hutan tanaman industri (HTI) kayu akasia anak perusahaan pabrik kertas.

“Korban merupakan warga asal Desa Gapura, Kecamatan Sambar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dia bekerja sebagai pekerja di PT RIA (Riau Indo Agropalma) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Korban tewas diserang harimau Sumatera,” kata Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, Jumat (24/5).

Rony menjelaskan peristiwa terjadi pada Kamis (23/5) pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Korban Amri bersama delapan rekannya lagi memanen kayu akasia.

“Pukul 10.30 WIB, rekannya kembali ke kamp untuk istirahat. Setelah 30 menit menunggu, korban tak juga muncul. Rekan-rekannya mencari korban dan diketemukan tergeletak penuh darah,” kata Rony.

Saat ditemukan, ujar Kapolres, rekan-rekannya masih melihat ada harimau di lokasi tersebut. Pencarian yang dilakukan menggunakan alat berat. Setelah harimau pergi, korban pun dievakuasi.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Korban mengalami luka di bagian tengkuk dan leher yang diduga kuat bekas serangan harimau,” kata Rony.

Setelah dievakuasi dari area konsesi HTI, sambungnya, korban diperiksa secara medis di Puskesmas setempat.

“Rencananya, jenazah korban akan dibawa pulang ke kampung halamannya. Kita akan melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Pekanbaru,” tutup Rony. (dtc)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *