Solar Sering Hilang di SPBU Dharmasraya, Ternyata Ini Sebabnya

Banyak terjadi penyelewengan BBM Subsidi di daerah Dharmasraya, Sumbar (net)

LAMANRIAU.COM, PULAU PUNJUNG – Para pengendara di daerah Dharmasraya sering mengeluh kelangkaan BBM jenis solar di SPBU. Kalaupun ada, antrian truk sudah mengular di SPBU itu.

Langkanya solar di SPBU di kawasan ini berhasil diungkap Polres Dharmasraya. Mereka menemukan adanya oknum yang menimbun solar untuk dijual ke industry.

Kasus ini terungkap, ketika jajaran Polres Dharmasraya menggerebek sebuah gudang yang dijadikan tempat penimbunan solar di Jorong Taman Sari, Nagari (Desa) Sungai Sungai Duo, Sumbar, pada Jumat, 9 September 2022 sekitar pukul 01.30 WIB.

Di gudang itu berhasil ditemukan sekiatar 1,5 ton solar bersubsidi.

“Pelaku membeli minyak subsidi di SPBU untuk kepentingan industri dan diperjualbelikan dengan keuntungan yang diperoleh mencapai 10 sampai 20 persen setiap satu liter-nya,” kata Kasat Reskrim Polres Dharmasraya Iptu Dwi Angga, di Pulau Punjung, Jumat, 9 September.

Dalam penggerebekan itu polisi menangkap dua orang pelaku. Masing-masing berinisial “K” (52), warga Jorong Taman Sari, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung selaku penimbun.

Kemudian tersangka inisial “DF” (40) warga Jorong Ganting, Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung sebagai pelangsir BBM dari SPBU ke lokasi penimbunan.

Sementara barang bukti yang diamankan, 11 jerigen berisikan masing-masing 31 liter. Satu drum warna merah putih berisikan solar sekitar 186 liter.

Kemudian, satu tangki atau tandon air berisikan 930 liter solar, satu unit kendaraan roda empat tanpa surat kendaraan, dan empat jerigen ukuran 35 liter dalam keadaan kosong.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya seperti dikutip antara.

Ke dua tersangka dijerat pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, yang telah diubah pada pasal 40 angka 9 UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman enam tahun penjara.

Redaktur: Denni Risman