Saatnya Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Kebun Sayur

Mari ber urban farming, manfaatkan pekarangan untuk kebun sayur (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Banyak orang menyebut untuk berkebun harus punya lahan yang luas. Padahal di pekarangan rumah yang sempit, kita bisa berkebun. Istilah kerennya urban farming.

Memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lokasi urban farming jelas banyak manfaatnya. Berkebun di rumah pun bisa menjadi hobby mengasikkan.

Sistem urban farming memungkinkan Anda melakukan penanaman bibit hingga panen. Hasilnya? Tak hanya bisa Anda konsumsi sendiri tapi juga bisa dibagi dengan tetangga.

Jenis Urban Farming

Ada ragam jenis urban farming yang bisa dicoba. Ada vertikultur, taman dinding, taman rooftop, hidroponik, akuaponik, pertanian dalam ruang, rumah kaca, dan kebun komunitas.

Perbedaannya terletak pada luas lahan dan cara penanaman.

Untuk Anda yang ingin mencoba di rumah dengan lahan terbatas, menanam hidroponik atau taman dinding bisa dicoba. Pilih tanaman sayur atau buah yang aman terkena sinar matahari langsung.

Media tanam murah meriah

Memulai urban farming, tak perlu menguras dompet. Siapkan lahan dengan media tanam dan sebungkus pupuk kandang. Harganya tak lebih dari 20 ribu rupiah.

Anda bisa gunakan sampah rumah tangga yang dibuat sebagai bokashi atau tanah subur. Bokashi adalah hasil olahan sampah organik rumah tangga seperti kulit telur, kopi, kulit pisang hingga dedaunan.

Air subur juga bisa Anda dapatkan dari air fermentasi kelapa. Anda tak punya banyak waktu untuk mengolah? Membeli media tanam dan penyiraman dengan air biasa tak jadi masalah.

Taburkan biji pun jadi

Selanjutnya, tentukan tanaman. Tak perlu yang sulit.Coba dulu dengan menanam jenis sayuran seperti terong atau cabai dengan menaburkan biji di tanah subur.

Tak memiliki kebun? Anda bisa membuat kotak tanaman atau menanam secara vertikal pada batako yang ditumpuk ke atas.

Jika Anda kesulitan dalam memahami dan memulai urban farming di rumah, jangan ragu untuk bergabung dalam komunitas urban farming.

Redaktur: Denni Risman