Ikan Bilih Makin Langka di Danau Singkarak, UBH dan Semen Padang Tebar 4000 Bibit

PT Semen Padang berkolaborasi dengan Universits Andalas menebar 4000 ikan bilih ke Danau Singkarak (net)

LAMANRIAU.COM, SINGKARAK – Setiap tahun populasi ikan endemik Danau Singkarak terus menyusut. Universitas Bung Hatta Padang berkolaborasi dengan PT Semen Padang untuk mengembalikan populasinya.

Baru-baru ini, sekitar 4.000 bibit ikan bilih hasil pembibitan laboratorium ditebar di area konservasi ikan bilih di Nagari Sumpur, Tanah Datar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyambut baik upaya tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi upaya penyelamatan ikan bilih yang dilakukan PT. Semen Padang dan UBH ini. Pembiakan hewan endemik di luar habitat asli memang tidak mudah. Tak jarang pula menemui kegagalan,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy seperti dilansir langgam.id

Direktur Utama Semen Indonesia Group (SIG), Donny Arsal mengatakan, program konservasi akan dikembangkan dengan skala yang lebih besar. Sehingga semakin berdampak bagi masyarakat, terutama daerah Sumpur yang bakal jadi percontohan.

Saat ini telah dilakukan pembuatan lahan konservsi. Ada konservasi ex-situ di laboratoriun UBH dan konservasi in-situ di Nagari Sumpur, Tanah Datar.

Dia berharap, semua pihak bisa menjaga Danau Singkarak secara berkelanjutan. Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan konservasi dan ekosistem ikan bilih.

Nagari Sumpur dipilih sebagai percontohan karena dinilai sangat ramah terhadap ikan bilih.

Menurut tokoh masyarakat, Fernando Sutan Sati, sekaligus ketua nelayan setempat menyebut, Nagari Sumpur hingga saat ini cukup taat dengan aturan penggunaan alat tangkap.

Redaktur: Denni Risman – SUmber: langgam.id