Keanehan Demi Keanehan

Jalaluddin As-Suyuti

HIDUP ini terkadang terasa aneh, penuh misteri, dan banyak teka teki.

Satu
Hari kemarin ia bertemu dengan seorang lelaki pekerja bengkel yang ditemani anak perempuannya berumur sekitar delapan tahun, dan anak lelakinya sekitar empat tahunan. Sambil memegang handphone anak perempuan itu melengah atau mengasuh adiknya. Namun sesekali, anak kecil empat tahunan itu tetap bermain di luar di samping ayahnya yang sedang berkutat dengan mesin sepeda motor. Bukankah anak-anak lelaki suka memainkan hal-hal seperti baut, spare part motor, kunci munci dan lain-lain di bengkel itu? Kanak-kanak tak pernah peduli apa itu kotor, apa itu hitam, apa itu kumal. Bermain adalah dunia kanak-kanak. Itu adalah surga mereka.

Ketika sudah mulai terasa mengganggu, sang ayah memanggil anak perempuannya agar menggendong si lelaki kecil itu masuk ke dalam kedai. Namun itu tak berlangsung lama, karena anak kecil itu tak betah dengan kakaknya, ia pun kembali keluar, memainkan apa yang dapat dimainkan.

Lalu di mana ibu kedua anak itu? Rerupanya sedang bekerja sebagai koki dalam restoran sebuah hotel. Kenapa ini terjadi? Bukankah lebih baik sang istri menjaga anaknya di rumah, membiarkan suaminya leluasa untuk bekerja? Menikmati hidup apa adanya, dan yang terpenting menerima segalanya dengan sukarela, dengan sikap qana’ah? Bukankah salah satu hal yang paling utama dalam hidup manusia adalah menyenangkan anak-anaknya? Jawabnya? Entahlah. Tentu semua manusia punya alasan atas apa yang mereka lakukan. Walau terkadang alasan itu dibuat-buat atau dipaksakan demi ambisi nafsu yang tak terkendali.

Dua

Tadi pagi ia bertemu dengan seorang ibu beranak empat yang membuka kedai loundry. Setelah berbincang, rupanya sang suami setahun lalu pergi meninggalkan mereka karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan berpenghasilan lebih besar. Ia seolah malu karena istrinya bekerja dengan membuka kedai loundry, karena menurutnya itu sama saja dengan pekerjaan rendahan. Ia lupa bahwa apapun bentuk kerja yang halal merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan. Itu jauh lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain atau melakukan sesuatu yang tak benar demi memporoleh harta, seperti korupsi, mencuri, menipu dan lain sebagainya. Rupanya lelaki itu pergi meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Suamai istri itu pun berpisah tapi belum bercerai secara resmi.

Tiga.

Kemarin, ya kemarin, mungkin tiga tahun lalu, lelaki itu melihat dua orang anak bermain bersama neneknya. Menurut sang nenek, anak-anak itu ditinggalakan ibu mereka tanpa pesan. Kini dua orang anak tersebut, yang perempuan kira-kira berumur lima tahunan, dan laki-laki sekitar tiga tahunan itu tinggal berasama nenek dan ayahnya yang berprofesi sebagai tukang sate. Kenapa ibu dua anak tersebut pergi tanpa berita? Jawabnya, lagi-lagi entahlah. Barangkali persoalan ekonomi, persoalan uang. Barangkali begitu. Tapi entahlah.

Empat.

Kemarin, ya sekitar dua tahun lalu, saat mengurus surat kehilangan, di salah satu kantor polisi ia bertemu dengan dua orang perempuan berumur sekitar lima puluhan. Sambil menunggu giliran dipanggil petugas, ia bertanya kepada salah seorang nenek itu; sedang apa ia di sana? Ternyata ingin menjenguk anaknya yang ditahan karena mengosumsi narkoba. Perempuan ini tak tampak sedih di raut wajahnya, rupanya ia bersyukur anaknya ditangkap karena berharap setelah dipenjara, semoga anaknya tersebut segera insaf.

Kemudian lelaki itu berbincang pula dengan perempuan yang umurnya hampir sama dengan yang pertama. Perempuan itu rupanya ingin menjenguk anaknya juga. Menurutnya, anak lelakinya tersebut ditahan polisi karena laporan istrinya, bahwa suaminya melakukan KDRT. Kenapa menantu ibu langsung melaporkannya ke polisi? Kenapa tidak dibawa dalam musyawarah keluarga? Perempuan tua itu menggeleng lemah. Diam. Yang aneh lagi, anak mereka yang perempuan sekitar berumur tiga tahun ditinggalkan menantunya itu kepadanya. Tak punyakah rasa sayang, malu, tak enak hati dalam hati perempuan yang memenjarakan suaminya dan meninggalkan anaknya yang sedang butuh kasih sayang kedua orang tua itu? Jawabannya, entahlah. Aneh.

***

Dunia ini memang aneh dan membingungkan. Terkadang sang suami orangnya baik namun sang istri yang bermasalah. Itu tampak dalam kisah-kisah di atas. Di lain waktu dan tempat, sang istri berhati baik, eh suaminya membuat ulah dan tak tentu arah. Dan beruntunglah keluarga yang suami dan istri sama-sama baik, dan sama-sama menyadari serta memaklumi pasangan mereka. Bukankah hidup ini selalu digoda cobaan dan bencana?

Apa yang mesti dilakukan manusia ketika berhadapan dengan segala bentuk godaan, cobaan dan musibah?

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(Q.S. 2:155-157)

Musibah secara umum adalah sesuatu yang menimpa manusia, baik yang dipandang bagus maupun buruk. Jika sesuatu yang menimpanya kebaikan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, maka ia dituntut bersikap syukur. Namun jika yang datang dalam bentuk petaka, bencana, kesusahan, penderitaan, dan bala bencana maka dituntut untuk berlaku sabar.

Apa pun yang menimpa manusia, mesti semua itu dikembalikan kepada Tuhan. Baik dan buruk, indah dan jelek,enak dan tak enak; semuanya datang dari Tuhan, maka Tuhanlah yang Maha Tahu apa maksud dari segala yang berlaku dalam kehidupan. Tuhan amat tahu keadaan dan kondisi ciptaanNya. Semua itu untuk kebaikan manusia. Jika sudah bersikap demikian, maka manusia itu akan mendapat anugerah dari Tuhan, dan akan memperoleh petunjuk serta solusi dari berbagai hal yang menimpa tersebut.

Semoga Tuhan menolong kita, dan orang-orang yang sedang ditimpa musibah. Amin.

Wallahu a’lam. ***

Baca: Selamat Tahun Baru 2024

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews