Tokoh  

Abu Khoiri, Berbuat Apa Adanya..

Abu Khoiri sebagai anggota DPRD Provinsi Riau terpilih periode 2019-2024

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Ketidaksengajaan membawa Abu Khoiri ke kursi legislatif. Berawal dari ajakan salah seorang tokoh senior partai dari kampungnya, pria yang akrab disapa Aboy ini mampu berkarir hingga ke kursi DPRD Riau.

Aboy masih ingat betul bagaimana dia diajak oleh salah seorang tokoh Rokan Hilir (Khaidir Mhd Wafa), untuk bergabung depan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan partai baru di tahun 2002.

Baca: HM Yunus, ‘Raja Kampar’ yang Berhasrat Bangun Istana

Aboy yang saat itu masih berusia 27 tahun, akhirnya menerima tawaran tersebut dan diberi jabatan sebagai Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB Kecamatan Kubu, Rokan Hilir.

Sebagai anak muda yang haus akan ilmu, Aboy menjalani tugasnya dengan sangat baik, dan tentunya dibantu oleh keluarga besarnya serta rekan-rekannya. Sebab, waktu itu Aboy tak punya pengalaman memimpin organisasi.

“Awalnya ingin belajar organisasi, saya jalani saja prosesnya, agak susah memang tapi karena kita punya tekad kuat, ya semua mengalir saja,” kata ayah tiga orang anak ini.

Pengorbanan Aboy dalam membesarkan organisasi partai di tingkat kecamatan diapresiasi oleh partai, dan dia diberi kesempatan untuk maju sebagai Calon Anggota DPRD Rohil Dapil Rohil II di Pemilu Legislatif 2004.

Saat itu, Aboy diberi nomor urut 2, dan nomor urut 1 diisi oleh sepupunya, Firdaus. Sayangnya, pemilihan yang memakai sistem nomor urut, membuat langkah Aboy terhambat. PKB hanya dapat satu kursi.

Gagal masuk ke DPRD Rokan Hilir ternyata tak membuat Aboy kapok untuk serius menekuni bidang politik. Dia melakukan evaluasi terhadap kegagalannya di Pemilu 2004 dan melakukan perbaikan untuk Pemilu 2009.

Di tahun 2007, karir politik Aboy di partai meningkat, dimana dia yang semula hanyasekretaris diberi amanah sebagai ketua. Dari sini, Aboy mulai membangun jaringan di tingkat desa dan kelurahan.

“Jadi, saya punya kesimpulan, untuk menang di Pileg kabupaten kita harus membangun jaringan. Dengan jabatan Ketua PAC, saya bangun jaringan untuk kemudian menjadi jalur sosialiasi menjelang Pemilu 2009,” ujarnya.

Di Pemilu 2009, Aboy tak lagi menghadapi Firdaus, karena Firdaus memilih maju ke DPR RI. Hasilnya, PKB berhasil meraih suara 2.400an, dan suara pribadi Aboy mencapai 1.400an.

Meski sudah menjadi Anggota DPRD Rokan Hilir, sikap sederhana Aboy tak pernah berubah. Dia tetap rajin berjumpa dengan masyarakat di kedai kopi seperti sebelumnya. Tak merasa ada perbedaan status sosial.

“Saya gini-gini aja dari dulu, kalau duduk di kedai kopi sama teman sebaya ya begini, kaki naik ke atas. Pokoknya gimana yang nyaman aja, tak ada gengsi-gengsi. Status dewan itu cuma pas rapat, selesai rapat ya jadi orang biasa lagi,” ucapnya.

Meski bergaya santai, Aboy merupakan salah seorang Anggota DPRD yang keras, menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKB, Aboy memilih posisi berlawanan dengan Bupati Rokan Hilir kala itu, Annas Maamun.

“Saya cuma fokus bagaimana mewujudkan aspirasi masyarakat yang saya jumpai di kedai kopi, saya sering berlawanan dengan Tuk Annas, tapi aspirasi masyarakat yang dititipkan ke saya tetap saya perjuangkan,” katanya.

Aboy masih ingat betul bagaimana dia berhasil membangun jaringan listrik dan akses jalan serta jembatan untuk masyarakat di kampungnya, Kubu. Hasil perjuangannya ini membuat Aboy tersenyum setiap kali turun ke Dapil.

Sikap Aboy yang sederhana dan tegas ini membuahkan hasil, dia kembali terpilih sebagai Anggota DPRD Rohil dengan perolehan suara pribadi 2.500. Ada peningkatan hampir 100 persen.

Peran Keluarga

Aboy tak memungkiri, apa yang diraihnya sekarang tak lepas dari peran keluarga. Sebab, sebagai anak tokoh besar di Kubu, keluarga Aboy sangat disegani oleh orang-orang di Rokan Hilir.

“Saya tak punya modal finansial yang besar, tapi punya modal nama besar keluarga. Kakek saya itu jadi penghulu 32 tahun, dilanjutkan bapak saya 20 tahun lagi, jadi orang tak asing sama keluarga saya,” ceritanya.

Inilah yang kemudian membuat Aboy tak kesulitan dalam menjumpai setiap konstituennya. Pun begitu, dia tetap intens melakukan silaturahmi ke masyarakat, setiap malam dia selalu berkeliling dan berjumpa dengan masyarakat.

Ketika menyatakan keinginan untuk maju di Pileg, Aboy sempat meminta izin pada orang tuanya. Orang tuanya hanya menjawab, “cobalah”. Tapi, tanpa sepengetahuan dia, keluarga besar proaktif mengkampanyekan Aboy ke masyarakat.

“Seperti yang saya bilang tadi, saya konsisten duduk di kedai kopi malam-malam. Membangun hubungan emosional dan meyakinkan mereka bahwa saya bisa memperjuangkan apa yang menjadi keinginan mereka,” tegasnya.

Karir politik yang terus meningkat dan kedekatannya dengan masyarakat, membuat Aboy memberanikan diri maju di Pileg 2019. Dia mencoba peruntungan di DPRD Riau Dapil Rokan Hilir.

Di sini, Aboy kembali bersaing dengan sepupunya, Firdaus. Aboy mendapat nomor urut 2, sedangkan Firdaus nomor urut 1, karena saat itu Firdaus berstatus sebagai incumbent. Aboy berhasil menang dan menggantikan posisi Firdaus di DPRD Riau.

“Saya sampaikan ke partai, bahwa saya mau ke provinsi, disamping saya bangun jaringan yang lebih luas, tidak hanya sebatas Dapil Rohil II saja. Waktu itu saya juga sudah di jabatan Wakil Ketua DPC Rohil,” katanya.

Niatnya maju di DPRD Provinsi Riau didasari oleh keinginan untuk membantu masyarakat Rohil dalam skala lebih besar. Belakangan, dia menyadari bahwa kewenangan provinsi cukup terbatas.

“Agak kaget juga, ternyata ada batasan-batasan, tapi saya terus berjuang dengan mencari celah bagaimana Rohil bisa maju, tentunya dengan membangun sinergisitas bersama Bupati dan DPRD Rohil,” ujar Ketua DPC PKB Rohil ini.

Untuk saat ini, Aboy belum memiliki rencana untuk maju sebagai Bupati Rokan Hilir. Dia memilih fokus menjalankan amanah yang diberikan masyarakat kepada dia, meskipun dia tak menutup kemungkinan.

“Saya realistis saja, biarkan semua mengalir dulu. Yang jelas cita-cita saya adalah bagaimana Rohil bisa punya akses jalan yang bagus, jangan ada lagi jalan rusak,” tutupnya. ***

Editor: Fahrul Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.