Merdeka atau Mati

Banteng Bersayap Kupu-kupu

Bismillah,
Kata merdeka berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu maharddhika. Artinya adalah kaya, makmur, dan berkuasa. Dalam bahasa kita, merdeka berarti mandiri atau bebas. Mandiri atau bebas secara lahir maupun batin. Inilah istilah anti-penjajahan dan pro-kedaulatan. Dalam makna lain, merdeka adalah budak yang dibebaskan. Bisa juga berarti kebebasan atau pembebasan.

Kita semua ingin merdeka. Semua negara nak merdeka. Semua bangsa mau merdeka. Merdeka lahir batin. Bebas membangun negara sendiri. Merdeka membangun bangsa kita. Mandiri fisik, mandiri psikis. Merdeka pikiran, perasaan, perangai dalam kurung aturan. Menolak merdeka tanpa kendali. Merdeka dengan marwah budaya (bangsa) sendiri sembari menghormati budaya (bangsa) orang lain.

Merdeka itu suatu perubahan. Menginginkan kemerdekaan berarti menghendaki perubahan. Dasar perubahan terletak pada jiwa kita sendiri. Merdeka dimulai dari jiwa kita memasing. Perubahan dimulai dari jiwa kita memasing akan mengubah bangsa dan negara. Merdeka akan bermuara kepada jejaring tamadun. Karena itu, untuk membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia, Bung Tomo melantangkan cogan ”MERDEKA ATAU MATI!” Cogan itu sama maknanya dengan ”BERUBAH ATAU MATI!” Jika tak merdeka atau tak berubah, kita sama saja dengan mayat hidup. Kata peribahasa Melayu, Hidup enggan mati tak mau.

Mari kita merdeka dari budaya asing. Merdekalah dari pikiran asing. Kita lebih baik merdeka dari tekanan asing. Sudah selayaknya kita merdeka dari ekonomi asing. Merdekalah bangsa dan negara ini dari neo-kolonialisasi. Merdekalah dari adu domba. Merdeka dari kebohongan. Merdeka dari kebiadaban. Izinkan saya berpuisi tentang makna merdeka: Engkau bertanya padaku tentang makna merdeka/ Merdeka adalah senyum/ Merdeka adalah tawa/ Merdeka adalah air mengalir/ Merdeka bukanlah air mata. Merdeka adalah kedaulatan/ Merdeka adalah hati yang bahagia/ Merdeka adalah suara menggema/ Merdeka adalah pikiran terbuka/ Merdeka bukanlah sebuah tugu atau patung liberti yang membatu/ Merdeka bukanlah semena-mena….Tapi, merdekakanlah jiwa dan raga kita! (Tak Malu Kita Jadi Melayu, 2019:123).

Kemerdekaan mendapat tempat khusus di hati kita pada umumnya. Hal ini karena merdeka itu merupakan hak asas manusia. Tidak ada seorang pun manusia yang nak dipasung. Namun, merdeka bukan sekedar hidup nyaman dan bahagia. Merdeka bukan pula cuma seperti paskibra yang berderap maju membawa usungan bendera. Merdeka itu seperti para pahlawan yang berdiri di moncong bedil atau senapan. Merdeka itu layaknya laksana para pahlawan yang tersungkur tersebab terjangan peluru demi kemerdekaan.

Merdeka itu bukan mati. Mati bukanlah merdeka. Karena itu, Bung Tomo memberikan pilihan dalam cogannya: MERDEKA ATAU MATI! Merdeka itu bergerak atau dinamis. Manusia merdeka adalah manusia kreatif dan inovatif. Manusia merdeka adalah manusia yang berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Kata Taufiq Ismail dalam puisinya bertajuk Kita adalah Pemilik Sah Negeri Ini: Tidak ada pilihan lain/ Kita harus berjalan terus/ Karena berhenti atau mundur/Berarti hancur.

Jangan mati kalau ingin merdeka. Biarkan mati raga, jangan mati jiwa. Jiwa yang terus hidup itulah merdeka. Sukma menjadi menggelora sebagai tanda nak merdeka. Kalau nak merdeka, kita mesti merdekakan sukma. Wiji Tukul dalam puisinya berjudul Sukmaku Merdeka berkata: Jangan mati sebelum dimampus takdir/ Sebelum malam mengucap selamat malam/ Sebelum kubur mengucapkan selamat datang/ Aku mengucap kepada hidup yang jelata/ MERDEKA!

Berani hidup, berani berbuat benar adalah kemerdekaan. Kita bermimpi kemerdekaan untuk suatu kepastian. Kata Chairil Anwar dalam puisi Prajurit Jaga Malam: Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam/ Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian/ … Aku suka pada mereka yang berani hidup/Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam. Inilah gambaran bahwa merdeka itu perlu perjuangan HIDUP ATAU MATI! MERDEKA!***

Alhamdulillah.
Bengkalis, Rabu, 19 Muharam 1444 / 17 Agustus 2022

Baca : Mata

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews